Lampung Utara – MediaViral.co
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak sekolah justru memicu kemarahan publik di Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara. Ribuan siswa dilaporkan menerima paket makanan berisi semangka busuk dan masih muda dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cempaka Putih.
Temuan mengejutkan itu terjadi di SD Negeri 02 Cempaka Putih pada Sabtu (14/3/2026). Bukannya mendapatkan buah segar yang menyehatkan, para siswa justru menerima semangka dengan kondisi pucat, belum matang, bahkan diduga sudah membusuk.
Kejadian ini langsung memicu gelombang kekecewaan dari para wali murid yang menilai kualitas makanan yang dibagikan sangat jauh dari standar keamanan pangan.
“Benar, buah semangka yang diterima anak-anak busuk dan terlihat masih muda. Warnanya putih pucat, jelas tidak layak dimakan,” ujar salah satu wali murid kepada awak media, seraya meminta identitasnya dirahasiakan.
Lebih mengejutkan lagi, menurut pengakuan wali murid tersebut, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah siswa diduga sempat mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari paket yang sama.
“Kami sangat kecewa. Dulu sudah pernah ada anak-anak keracunan setelah makan makanan dari SPPG Cempaka Putih. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, mie yang dimakan anak-anak itu mengandung bakteri berbahaya,” ungkapnya.
Fakta ini membuat masyarakat semakin geram. Program yang seharusnya menjadi tameng melawan stunting justru dianggap berpotensi menjadi ancaman bagi kesehatan siswa.
Padahal program MBG memiliki aturan yang sangat ketat. Penyelenggaraannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola program Makanan Bergizi Gratis. Lembaga pelaksananya berada di bawah Badan Gizi Nasional yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.
Selain itu, pedoman teknis operasional juga telah diatur melalui SK Juknis Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025, sementara standar keamanan pangan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Namun realitas di lapangan justru jauh dari harapan. Kasus keracunan massal, makanan tidak layak konsumsi, hingga buah busuk masih saja terjadi di berbagai daerah, termasuk di Sungkai Jaya.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat:
Apakah pengawasan program MBG benar-benar berjalan, atau hanya sekadar formalitas di atas kertas?
Sejumlah wali murid mendesak pemerintah daerah, dinas terkait, hingga Badan Gizi Nasional untuk segera turun tangan melakukan investigasi terhadap SPPG Cempaka Putih.
“Kalau ini terus dibiarkan, siapa yang menjamin keselamatan anak-anak kami? Jangan sampai program yang katanya untuk gizi malah berubah jadi sumber penyakit,” tegas seorang wali murid.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Cempaka Putih yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pembagian semangka busuk tersebut.
Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah. Sebab jika persoalan ini terus diabaikan, bukan tidak mungkin program Makanan Bergizi Gratis justru berubah menjadi skandal gizi nasional. (mediaviral.co)
















