Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sukatani: Warga Soroti Pola Anggaran Janggal, Nama Kepala Desa Nana Asiri Disorot

21
×

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sukatani: Warga Soroti Pola Anggaran Janggal, Nama Kepala Desa Nana Asiri Disorot

Sebarkan artikel ini

Lebak – Banten | MediaViral.co

Pengelolaan Dana Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, kini berada dalam sorotan tajam masyarakat. Sejumlah warga mengaku telah lama mencurigai adanya kejanggalan dalam penggunaan anggaran desa, terutama setelah melihat detail realisasi dana yang dianggap tidak transparan dan dinilai mengandung banyak item berulang yang sulit dijelaskan secara logis.

Example 300250

Nama Kepala Desa Sukatani, Nana Asiri, menjadi sorotan warga karena dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran. Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum (APH) melakukan audit investigatif dan penyelidikan menyeluruh terkait penggunaan dana desa yang mencapai Rp 1.491.043.000.


I. Besarnya Anggaran dan Tahapan Penyaluran

Menurut data pembaruan per 12 Juli 2025, Dana Desa Sukatani memiliki:

Total pagu: Rp 1.491.043.000

Penyaluran Tahap 1: Rp 699.337.200 (46,90%)

Penyaluran Tahap 2: Rp 791.705.800 (53,10%)

Penyaluran Tahap 3: Rp 0

Dua tahap penyaluran ini sudah menghabiskan seluruh pagu anggaran, namun warga menyebut sebagian kegiatan tidak terlihat wujudnya di lapangan.


II. Temuan Kejanggalan pada Item Anggaran

  1. Banyaknya Anggaran Berulang Tanpa Penjelasan Transparan

Beberapa pos anggaran muncul berulang hingga 5–10 kali dengan nominal yang relatif sama. Pola ini dinilai oleh warga sangat janggal, terutama karena kegiatan yang sama idealnya hanya dilakukan 1—2 kali dalam setahun.

Misalnya:

A. Operasional Pemerintahan Desa (berulang 3 kali)

Rp 8.500.000

Rp 17.574.900

Rp 11.400.000

Tidak ada penjelasan detail terkait apa yang membedakan ketiga kegiatan ini. Warga beranggapan pola ini berpotensi membuka celah penyimpangan.

B. Penyusunan Dokumen Keuangan Desa (berulang 3 kali)

Masing-masing sebesar:

Rp 5.100.000

Rp 5.100.000

Rp 5.100.000

Padahal penyusunan APBDes, LPJ, atau APBDes Perubahan biasanya dibuat satu kali per dokumen per tahun.

C. Penyusunan Perencanaan Desa (muncul 4 kali)

Rp 4.240.890

Rp 5.100.000

Rp 5.100.000

Rp 2.386.810

Kembali, tidak ada penjelasan resmi mengapa kegiatan yang sama muncul berkali-kali.

D. Musyawarah Desa (muncul lebih dari 10 kali)

Setiap kegiatan rata-rata:

Rp 4.250.000

Jika ditotal, anggaran musyawarah bisa melewati Rp 40 juta lebih, sesuatu yang dinilai warga tidak masuk akal karena beberapa musyawarah disebut tidak pernah dilaksanakan.


III. Sorotan Serius pada Proyek Fisik

Selain item administratif, warga juga mempertanyakan proyek-proyek fisik yang diklaim menggunakan anggaran besar namun dianggap tidak sebanding dengan kondisi lapangan.

  1. Pengerasan Jalan Usaha Tani

Rp 180.409.800

Proyek ini menjadi sorotan utama warga. Beberapa mengaku jalan tersebut hanya diperbaiki sebagian dan kualitas pengerjaan dianggap rendah.

  1. Rehabilitasi Balai Desa

Rp 154.983.800

Rp 35.326.100

Namun warga menyebut tidak ada perubahan signifikan pada balai desa.

  1. Pembangunan Prasarana Jalan Desa (muncul 4 kali)

Rp 32.283.900

Rp 127.843.900

Rp 124.848.300

Rp 130.799.400

Beberapa warga menyatakan banyak titik jalan desa masih rusak parah dan membutuhkan perbaikan, sehingga angka besar ini memunculkan tanda tanya besar.


IV. Keadaan Mendesak & Bencana: Anggaran Besar, Manfaat Tak Terlihat

  1. Keadaan Mendesak

Rp 151.200.000

Tidak ada penjelasan publik mengenai keadaan darurat apa yang dimaksud, kapan terjadi, dan siapa penerima manfaatnya.

  1. Penanggulangan Bencana

Rp 13.011.710

Beberapa warga mengaku tidak pernah mendengar adanya program penanggulangan bencana dengan nilai tersebut.


V. Suara Warga: “APH Harus Mengusut Tuntas”

Desakan masyarakat bukan tanpa alasan. Warga menilai pola-pola anggaran tersebut terlalu janggal dan mengindikasikan perlunya pemeriksaan mendalam.

Beberapa pernyataan warga yang dihimpun tim investigasi:

“Kami tidak menuduh sembarangan, tapi angka-angka ini tidak masuk akal. Kalau tidak diperiksa, ya tidak akan pernah ketahuan.”
— Warga Sukatani, meminta identitas dirahasiakan

“Kalau penggunaan dana desa benar dan transparan, kepala desa seharusnya berani membuka LPJ dan bukti fisik proyek ke publik.”
— Tokoh masyarakat Sukatani

“Kalau ada dugaan penyimpangan, APH harus turun. Jangan sampai desa kami terus-terusan dirugikan.”
— Aktivis pemuda setempat


VI. Minimnya Transparansi Pemerintah Desa

Warga mengaku kesulitan mengakses:

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa

Rincian pengadaan barang/jasa

Dokumentasi musyawarah desa

Foto progres proyek

APBDes asli yang sudah disahkan

Padahal setiap desa wajib mengumumkan penggunaan dana publik secara terbuka melalui:

papan informasi desa

website desa

baliho anggaran

laporan musyawarah

LPJ

Ketika transparansi minim, kecurigaan masyarakat semakin menguat.


VII. Menunggu Tanggapan Resmi Kepala Desa

Hingga berita investigasi ini diterbitkan, Kepala Desa Sukatani Nana Asiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan warga.

Tim redaksi Mediaviral.co telah mengirimkan permintaan wawancara dan konfirmasi, namun belum mendapatkan jawaban.


VIII. Warga Minta APH Turun Tangan

Masyarakat Sukatani berharap:

Inspektorat Kabupaten Lebak melakukan audit investigatif

Kejaksaan Negeri Lebak memeriksa aliran anggaran

Tipikor Polres Lebak melakukan penyelidikan lapangan

BPKP/BPK menelusuri dokumen dan realisasi proyek

Warga menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan bentuk fitnah, melainkan hak publik atas transparansi dan akuntabilitas Dana Desa yang berasal dari uang negara.


PENUTUP

Laporan investigasi ini akan terus diperbarui ketika:

pihak desa memberikan klarifikasi

APH mulai melakukan pemeriksaan

ada temuan baru di lapangan

masyarakat memberikan data tambahan

Mediaviral.co berkomitmen mengawal isu pengelolaan Dana Desa Sukatani hingga seluruh fakta terungkap secara terang. (mediaviral.co)

Example 300x375