Simalungun, Sumatera Utara – MediaViral.co
Kasus pembunuhan tragis terhadap almarhum Gunardi yang terjadi sejak 24 Maret 2026 kini menjadi sorotan tajam publik. Hingga memasuki hampir dua bulan, pelaku pembunuhan belum juga berhasil ditangkap. Kondisi ini memicu kemarahan sejumlah elemen LSM dan insan jurnalistik di Kabupaten Simalungun.
Gelombang desakan keras kini diarahkan kepada aparat kepolisian di wilayah Bandar Huluan yang dinilai terkesan lamban dan seolah membiarkan kasus tersebut menggantung tanpa kepastian hukum.
Menurut narasumber berinisial P, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap keseriusan aparat dalam memburu pelaku.
“Sudah hampir dua bulan, tetapi belum ada kabar siapa pelakunya. Ada apa sebenarnya? Kenapa kasus ini seperti jalan di tempat? Jangan karena korban dari keluarga kurang mampu lalu penanganannya dianggap biasa saja,” ungkapnya dengan nada geram.
Persatuan wartawan Simalungun bersama sejumlah LSM menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku berhasil ditangkap. Mereka meminta Kapolres dan jajaran terkait turun langsung mengambil alih penyelidikan apabila pihak di lapangan dianggap tidak maksimal dalam bekerja.
Aktivis sosial dan wartawan menilai, apabila kasus pembunuhan yang sudah berlangsung cukup lama belum juga terungkap, maka publik berhak mempertanyakan profesionalisme aparat penegak hukum. Mereka juga meminta penyidik membuka perkembangan penyelidikan secara transparan agar tidak menimbulkan dugaan negatif di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat mengingatkan bahwa aparat kepolisian memiliki kewajiban memberikan perlindungan, pelayanan, dan kepastian hukum kepada masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kepolisian. Jika penanganan perkara terkesan lamban tanpa alasan yang jelas, maka hal tersebut dapat menjadi perhatian serius bagi pengawasan internal maupun eksternal institusi kepolisian.
“Jangan biarkan hukum terlihat mati di mata rakyat kecil. Tangkap pelakunya, ungkap motifnya, dan tunjukkan bahwa hukum masih berdiri untuk mencari keadilan,” tegas sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis di Simalungun. (mediaviral.co)
















