BIREUN/ACEH, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID
21 Agustus 2024 – DR. Jamaluddin, S.Pd., M.Kom.I., seorang tokoh pendidikan dan ulama terkemuka di Aceh, baru-baru ini menyampaikan pernyataan penting terkait pemilihan Gubernur Aceh periode 2024-2029. Sebagai pengawas SMA Provinsi Aceh dan Ketua Lembaga Pendidikan Darul Ilmi Peusangan, serta beberapa jabatan penting lainnya, DR. Jamaluddin menegaskan dukungannya terhadap Muhammad Nazar, S.Ag., sebagai calon Gubernur Aceh yang paling tepat.
Peran dan Kontribusi DR. Jamaluddin dalam Masyarakat Aceh*
DR. Jamaluddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQAH) Kecamatan Peusangan, serta Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Peusangan, adalah figur yang dihormati di kalangan masyarakat Aceh. Selain itu, ia juga aktif dalam dunia pendidikan sebagai Ketua Bidang Pendidikan IPQAH Kabupaten Bireuen dan pengurus Tariqat Naqsyabandiyah di Aceh.
Dengan pengaruh dan kepercayaan yang besar di kalangan masyarakat Aceh, DR. Jamaluddin sering kali menjadi rujukan dalam berbagai isu agama dan pendidikan di wilayah tersebut. Ia dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan implementasi syariat Islam di Aceh, serta mendukung berbagai inisiatif yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keislaman di provinsi ini.
Dukungan Terhadap Muhammad Nazar, S.Ag. sebagai Gubernur Aceh*
Dalam pernyataannya, DR. Jamaluddin menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki ilmu agama yang memadai untuk memimpin Aceh, mengingat provinsi ini menerapkan syariat Islam sebagai landasan hukumnya. Menurutnya, Muhammad Nazar, S.Ag., adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin Aceh dalam periode 2024-2029.
“Sebagai provinsi yang menjalankan syariat Islam, Aceh membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama. Muhammad Nazar adalah orang yang memiliki kualifikasi tersebut,” ujar DR. Jamaluddin.
Ia juga menambahkan bahwa Nazar memiliki rekam jejak yang baik dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Aceh, serta memiliki visi yang jelas untuk membawa Aceh menuju masa depan yang lebih baik. DR. Jamaluddin meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Muhammad Nazar, Aceh akan terus berkembang sebagai provinsi yang kuat dalam nilai-nilai keislaman dan berdaulat secara ekonomi serta politik.
Relevansi Syariat Islam dalam Kepemimpinan Aceh*
Pernyataan DR. Jamaluddin ini muncul di tengah semakin tingginya perhatian terhadap isu kepemimpinan di Aceh, khususnya dalam konteks penerapan syariat Islam. Ia mengingatkan bahwa sejarah Aceh sebagai daerah yang kuat dalam tradisi Islam harus dijaga dan dilanjutkan dengan memilih pemimpin yang benar-benar memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam.
“Pemimpin Aceh haruslah seseorang yang memiliki integritas dan komitmen kuat terhadap syariat Islam, dan saya melihat kualitas tersebut ada dalam diri Muhammad Nazar,” tambahnya.
Kesimpulan*
Dukungan yang disampaikan oleh DR. Jamaluddin, S.Pd., M.Kom.I., merupakan suara penting dari seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat Aceh. Dengan berbagai jabatan dan kontribusi yang telah ia berikan, pandangannya terhadap kepemimpinan di Aceh tentu memiliki bobot tersendiri.
Keputusannya untuk mendukung Muhammad Nazar, S.Ag., sebagai Gubernur Aceh diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat Aceh dalam menentukan pilihan mereka pada pemilihan nanti. Sebagai provinsi yang menjalankan syariat Islam, Aceh memang memerlukan pemimpin yang mampu menjaga dan memperkuat nilai-nilai agama dalam setiap kebijakan yang diambil, dan DR. Jamaluddin meyakini bahwa Muhammad Nazar adalah sosok yang tepat untuk tugas tersebut.
Arizal Mahdi
(koranpemberitaankorupsi.id)
















