Bandar Lampung – MediaViral.co
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung memastikan kesiapan penuh pelayanan kesehatan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan menyiagakan tenaga medis, ambulans, serta logistik obat-obatan di delapan posko pengamanan.
Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan optimal selama masa libur panjang Nataru.
“Untuk pelayanan kesehatan pada masa Natal dan Tahun Baru, kami telah menyiapkan tenaga medis, ambulans, dan obat-obatan di delapan posko pengamanan,” ujar Muhtadi di Bandar Lampung, Kamis (25/12/2025).
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Dinas Kesehatan dan Polresta Bandar Lampung melalui rapat lintas sektor guna memastikan setiap posko pengamanan siap menghadapi potensi kondisi darurat kesehatan.
“Polresta Bandar Lampung telah menetapkan delapan titik posko pemantauan dan pengamanan. Kami dari Dinas Kesehatan bertugas menyiapkan tenaga medis, ambulans, dan obat-obatan untuk penanganan kegawatdaruratan selama Nataru,” jelasnya.
Muhtadi menambahkan, Operasi Pengamanan Nataru telah dimulai sejak 20 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 21 Januari 2026. Selama periode tersebut, setiap posko akan dijaga oleh tenaga kesehatan yang siaga penuh.
“Di setiap posko kami tempatkan dua hingga tiga tenaga medis, serta tiga personel ambulans lengkap dengan pengemudinya,” katanya.
Meski demikian, Muhtadi mengakui tidak semua posko dapat ditempatkan dokter, mengingat keterbatasan tenaga medis dan adanya kegiatan lain yang juga membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan secara bersamaan.
“Namun kami pastikan seluruh delapan posko telah dilengkapi tenaga kesehatan sesuai kemampuan yang tersedia dan siap memberikan pelayanan medis kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Dengan kesiapan ini, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, serta terlindungi dari risiko gangguan kesehatan selama masa libur Nataru.
(Red)
















