Kota Serang, Banten – MediaViral.co
Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai NasDem, Prof. Dr. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M., menggelar Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdapil) di Gedung FIKES UNIBA, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (8/2/2026). Sebanyak 272 peserta memadati ruangan—mulai dari Ketua K3S, kepala SD se-Kota Serang, pengawas, hingga perwakilan guru.
Namun di balik klaim sukses penyaluran bantuan, fakta di lapangan justru memantik tanda tanya: mengapa masih ada sekolah kebanjiran, pagar rusak, hingga meja dan kursi tak layak pakai?
43 Ribu Siswa, Rp50 Miliar, Tanpa Potongan
Di hadapan para kepala sekolah, Prof. Furtasan membeberkan realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi tahun 2025 yang disebut menyentuh sekitar 43.000 siswa dengan total anggaran mencapai Rp50 miliar.
“Program Aspirasi PIP ini 100 persen tidak ada potongan sama sekali. Ini murni untuk kepentingan siswa-siswi di Kota Serang,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut antusias peserta. Namun, publik tentu berharap transparansi tak berhenti di klaim—melainkan dibuktikan dengan pengawasan ketat agar tak ada celah permainan di tingkat bawah.
Ia juga mengingatkan pentingnya validasi data Dapodik agar bantuan tepat sasaran dan tidak menjadi lahan manipulasi administratif.
Empat Pilar Digelorakan, Disintegrasi Diwaspadai
Selain soal anggaran, Prof. Furtasan turut mengangkat isu ideologi bangsa. Ia mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai tameng menghadapi derasnya arus digital yang berpotensi memecah belah.
Guru, menurutnya, bukan sekadar pengajar, tetapi benteng terakhir penjaga ideologi negara.
Aspirasi Meledak: Sekolah Banjir, Guru Honorer Menjerit
Sesi dialog justru menjadi bagian paling “panas”. Sejumlah kepala sekolah menyuarakan kebutuhan mendesak: perbaikan pagar sekolah, sarana olahraga, pengadaan mebeler baru, hingga keluhan SDN Serang 15 yang kerap terendam banjir saat hujan deras.
Tak hanya itu, persoalan klasik kesejahteraan guru honorer kembali mencuat. Mereka meminta kepastian dan penghasilan yang lebih layak—bukan sekadar janji yang berulang tiap tahun.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Furtasan berkomitmen menindaklanjuti seluruh aspirasi melalui koordinasi dengan dinas terkait dan anggota DPRD Kota Serang. Ia juga menjanjikan pengawasan rutin terhadap sekolah penerima bantuan agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan riil.
“Kami akan terus berkontribusi memperbaiki fasilitas sekolah dan membuka akses pendidikan hingga perguruan tinggi melalui program seperti KIP Kuliah,” ujarnya.
Kini publik menanti: akankah Rp50 miliar itu benar-benar mengubah wajah pendidikan di Kota Serang, atau sekadar angka besar dalam laporan kegiatan? Waktu dan pengawasan yang akan menjawab. (mediaviral.co)
















