Serang/Banten,
koranpemberitaankorupsi.id
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju dan berdaya. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam Pendidikan formal. Faktor ekonomi dan berbagai kendala lainnya seringkali menjadi penghalang bagi sebagian masyarakat untuk menyelesaikan Pendidikan mereka.
Di tengah tantangan tersebut, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al BASYAR hadir sebagai solusi bagi masyarakat, Kp, Panggung Jati Barat, RT/RW 01/03, Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.
Jum,at 21 Maret 2025
PKBM AL BASYAR ini memberikan kesempatan bagi mereka yang putus sekolah untuk mendapatkan ijazah melalui program pendidikan kesetaraan, seperti, Paket A (setara SD) Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Namun pada pelaksanaannya disinyalir tidak sesuai dengan apa yang di Harapkan, maka oleh karena itu diduga ada penggelembungan Siswa/I di PKBM tersebut, tercatat di semester genap 2024/2025 peserta didik laki-laki 72, perempuan, 61, Total 133, diduga hanya untuk menyerap BOP saja sesuai dengan jumlah peserta didik yang terdaftar di dapodik.
Maka kuat dugaan Siswa/I Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) AL BASYAR ada yang piktif dan untuk Data Sarpras diduga tidak Sesuai karena Ruang yang ada hanya Tiga itupun yang Dua Ruang TK Atau Paud yang Satu Ruang PKBM.
Saat di konfirmasi seorang Ibu yang pernah menjadi Tenaga Pendidik di PKBM Al BASYAR ia menyatakan,”kalau yang tahu sih itu hari minggu itu ada khusus komputer dan untuk semua kalangan, kalau tadi mah pa ke sininya ada karena kebetulan ada rapat”.
“Kalau untuk tenaga pendidik sih itu kaya,nya ada dua apa tiga yah, dan kalau mengenai Jumlah Peserta Didik (murid) itu saya kurang tahu sih pak. Iya kalau mau lebih jelasnya sih ke Pedlilah ajah itu yang punya nyah, kebetulan bapak Pedlilah ini sebetulnya adik ipar saya, cuman beliau tinggalnya di Yayasan Sana, iya kayaknya kalau untuk hari ini beliau sedang menjemput anaknya pak, mungkin besok dia ke sini, kalau mau ada nomornya hubungi ajah biar lebih jelas,” katanya
Menurut warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya,” itu kalau kegiatannya mah ada setiap hari minggu, yang sekolah paket ada dan yang khusus komputer, cuman kalau ada berapa-berpanya mah saya tidak tahu karena kurang memperhatikan,” singkatnya
Lanjut kami menghubungi Ppmilik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan tenaga 0endidik melalu pesan WhatsApp untuk konfirmasi, namun sangat di sayangkan tidak ada membalas padahal pesan yang di kirim tersamapikan atau ceklis dua, diduga hanya di baca saja dan enggan membalas.
Kamipun menemui ketua RT setempat untuk menggali informasi lebih dalam, namun jawabannya hampir sama dengan warga yang kami temui.
Aminudin Ketua LSM KPK Nusantara Perwakilan Banten, “kami akan mengirim surat ke dinas terkait bila perlu kami akan lakukan laporan pengaduan ke APH, bilamana Siswa/i tersebut disinyalir Fiktip,”singkatnya pada sa,at di hubungi melalu pesan singkat WhatsApp.
(Ade Bahawi & Team)
















