Lampung Utara – MediaViral.co
Dugaan ketidaktransparanan pengelolaan anggaran mencuat di SD Negeri Sabok 4, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara. Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, kondisi fisik sekolah dinilai tidak menunjukkan adanya perbaikan, meski diduga rutin menerima anggaran perawatan dan Dana BOS.
Sorotan tajam datang dari masyarakat Desa Sabok 4 yang mempertanyakan kondisi pagar beton sekolah yang tampak rusak dan tidak pernah direhabilitasi. Warga menilai minimnya perbaikan tersebut tidak sejalan dengan adanya alokasi dana perawatan yang semestinya digunakan untuk pemeliharaan sarana pendidikan.
“Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti itu. Jangankan rehabilitasi, pengecatan saja tidak terlihat dilakukan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sekolah yang memiliki sekitar 75 siswa dan enam tenaga pengajar itu dinilai berjalan dengan fasilitas yang jauh dari layak. Kondisi ini memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang diterima dengan realisasi di lapangan.
Warga secara terbuka meminta Inspektorat Kabupaten Lampung Utara untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran sekolah, termasuk dana BOS dan dana perawatan yang disebut mencapai sekitar 20 persen dari alokasi tertentu setiap tahunnya.
“Jangan sampai ada pembiaran. Kalau pelanggaran kecil saja bisa diproses hukum, apalagi jika ini menyangkut uang negara,” tegas warga lainnya.
Nama kepala sekolah berinisial Meri, S.Pd. turut disebut dalam keluhan warga. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah terkait tudingan tersebut.
Masyarakat berharap aparat pengawas dan penegak hukum tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci agar dunia pendidikan, khususnya di daerah, tidak tercoreng oleh dugaan penyalahgunaan anggaran.
Jika terbukti terjadi pelanggaran, warga mendesak agar tindakan tegas segera diambil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (mediaviral.co)
















