Teheran – MediaViral.co
Aksi demonstrasi yang berlangsung di Ibu Kota Teheran, Iran, berakhir ricuh. Sejumlah massa perusuh dilaporkan membakar Masjid Ar-Rasul dalam aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin malam.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kerusuhan tidak hanya terjadi di satu lokasi. Wali Kota Teheran, Ali Reza Zakani, menyampaikan kepada media pemerintah IRIB bahwa para perusuh yang menyusup di antara para demonstran telah merusak dan membakar sedikitnya 21 masjid di berbagai wilayah.
Selain tempat ibadah, dua rumah sakit dan sejumlah pusat layanan kesehatan juga menjadi sasaran serangan. Infrastruktur ekonomi turut terdampak setelah 26 bank dilaporkan dirusak.
Zakani menambahkan bahwa para perusuh menyerang markas paramiliter Basij dan beberapa kantor kepolisian. Bahkan, 48 unit mobil pemadam kebakaran dibakar, sementara petugas pemadam mengalami serangan saat berupaya memadamkan api.
Kerusuhan juga terjadi di luar Teheran. Di Kota Dezful, Provinsi Khuzestan, aksi protes berakhir dengan pembakaran makam Sayyid Muhammad bin Musa al-Khazhim, cucu Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan julukan Sabz Qaba.
Menanggapi situasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menyebut para demonstran anti-pemerintah sebagai pembuat onar yang berusaha menarik campur tangan asing, khususnya Amerika Serikat.
Khamenei menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut akan ikut campur apabila jumlah korban dalam demonstrasi meningkat. Menurutnya, para perusuh menaruh harapan pada pernyataan tersebut.
Pemerintah Iran juga telah mengirimkan surat resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Dalam surat itu, Iran menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang mendorong eskalasi protes hingga berubah menjadi aksi kekerasan dan vandalisme.
Hingga saat ini, aparat keamanan Iran masih melakukan pengamanan ketat di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Sumber: Media Arab
Editor: Dani
mediaviral.co
















