Lampung Utara – MediaViral.co
Ketua Ormas Laskar Lampung DPC Lampung Utara, Adi Candra, melontarkan kritik keras terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Utara yang dinilai lamban dan terkesan abai menindaklanjuti keluhan warga Bukit Kemuning terkait pencemaran debu batu dari aktivitas pabrik di wilayah tersebut.
Keluhan warga yang sudah berlangsung lama itu hingga kini belum membuahkan tindakan tegas. Debu pabrik disebut terus beterbangan, menempel di rumah-rumah warga, dan memicu gangguan pernapasan setiap kali aktivitas produksi berjalan.
“Ini bukan isu baru. Warga sudah berulang kali mengeluh, tapi DLH seolah tak punya urgensi. Kami menyayangkan sikap ini,” tegas Adi Candra kepada Media di kediamannya.
Adi Candra mendesak seluruh instansi terkait perizinan untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi riil yang dialami masyarakat. Ia juga menuntut pemerintah daerah tidak ragu menghentikan operasional pabrik jika terbukti membahayakan kesehatan warga.
Lebih keras lagi, Adi Candra menegaskan, jika perusahaan tersebut tidak mengantongi izin resmi, maka penutupan permanen adalah langkah yang wajib diambil, demi mencegah dampak lingkungan dan sosial yang lebih luas di masa depan.
Tak hanya itu, Adi Candra juga menilai klarifikasi pihak perusahaan sebelumnya sebagai pembohongan publik. Pasalnya, meski perusahaan mengklaim tidak menimbulkan limbah, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
“Kalau katanya tidak ada limbah, lalu debu yang setiap hari menyelimuti rumah warga itu apa? Setiap pabrik beroperasi, debu beterbangan dan warga mengeluh sesak napas. Ini nyata,” ujarnya geram.
Ia menegaskan, mencari keuntungan adalah hak perusahaan, namun keselamatan dan kesehatan masyarakat tidak boleh dikorbankan.
“Perusahaan boleh untung besar, tapi jangan mengorbankan paru-paru rakyat,” tandasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kabid DLH Lampung Utara, Yulius, menyatakan pihaknya pernah turun ke lokasi, namun tidak bertemu pihak perusahaan, dan berjanji akan menjadwalkan ulang inspeksi.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di tengah publik. Sudah benarkah DLH turun ke lapangan, atau baru sebatas klaim?
Polemik operasional pabrik batu di Bukit Kemuning ini dipastikan belum berakhir. Media akan mengupas lebih dalam dugaan pelanggaran, perizinan, hingga potensi pembiaran oleh pihak berwenang pada edisi mendatang.
🔥 Pantau terus. Debu belum reda, dan pertanyaan publik masih menggantung. (mediaviral.co)
















