Lampung Utara – MediaViral.co
Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN Bhakti Mulya Bunga Mayang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara, kini menjadi sorotan tajam publik. Sejumlah elemen masyarakat dan aktivis LSM mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran setelah ditemukan beberapa pos belanja yang dinilai janggal dalam laporan realisasi dana BOS tahun 2024 hingga 2025.
Sorotan tersebut mencuat setelah unsur pimpinan LSM Komite Pemantau Pembangunan dan Pendidikan (KPPP) melakukan analisis terhadap laporan penggunaan dana BOS sekolah tersebut.
Salah satu yang paling mencolok adalah besarnya porsi dana yang dialokasikan untuk pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan non-ASN.
Pada tahun 2024, total dana BOS yang diterima sekolah tercatat sebesar Rp551.730.000. Dari jumlah itu, sekitar Rp234.000.000 atau sekitar 42 persen digunakan untuk pembayaran honor.
“Persentase tersebut tergolong sangat besar jika dibandingkan dengan alokasi kegiatan pembelajaran maupun kegiatan siswa,” ungkap salah satu unsur pimpinan LSM KPPP kepada MediaViral.co, Kamis (12/3/2026).
Pola serupa kembali terlihat pada penggunaan dana BOS tahun 2025 tahap pertama. Dari total dana yang diterima sebesar Rp255.990.000, sekitar Rp111.600.000 atau lebih dari 43 persen kembali dialokasikan untuk pembayaran honor.
Besarnya porsi dana tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan publik, mulai dari jumlah penerima honor, rincian besaran pembayaran, hingga mekanisme penetapan tenaga kependidikan non-ASN di sekolah tersebut.
Lonjakan Anggaran Perpustakaan Bikin Heran
Kejanggalan lain juga terlihat pada komponen pengembangan perpustakaan. Pada tahap pertama tahun 2025, sekolah tidak mengalokasikan anggaran sama sekali untuk pengembangan perpustakaan.
Namun secara tiba-tiba, pada tahap kedua anggaran untuk pos yang sama melonjak drastis hingga Rp56.070.000.
“Lonjakan ini menimbulkan tanda tanya besar. Buku apa saja yang dibeli, berapa jumlah judul dan eksemplarnya, serta apakah benar-benar tersedia dan bisa diakses siswa di perpustakaan?” ujarnya heran.
Anggaran Multimedia Anjlok Drastis
Sorotan juga tertuju pada komponen multimedia pembelajaran. Pada tahap pertama tahun 2025, sekolah menganggarkan Rp16.300.000 untuk kebutuhan multimedia.
Namun pada tahap kedua, anggaran untuk komponen yang sama hanya Rp375.000, angka yang dinilai sangat tidak wajar untuk pengadaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
Biaya Listrik dan Jasa Melonjak Tiga Kali Lipat
Kenaikan cukup tajam juga terjadi pada komponen langganan daya dan jasa.
Pada tahap pertama tahun 2025, anggaran tercatat sebesar Rp7.824.000, namun pada tahap kedua melonjak menjadi Rp24.624.000, atau meningkat lebih dari tiga kali lipat.
Administrasi Sekolah Membengkak
Belanja administrasi sekolah juga dinilai terlalu besar. Berdasarkan laporan tahun 2024, anggaran administrasi mencapai sekitar Rp96.000.000.
Sementara pada tahun 2025 hingga dua tahap pencairan, anggaran administrasi tercatat lebih dari Rp86.000.000.
Besarnya anggaran ini memunculkan pertanyaan publik terkait rincian penggunaannya, apakah untuk alat tulis kantor, rapat, perjalanan dinas, atau kegiatan administratif lainnya.
“Jumlah murid yang tidak terlalu besar untuk ukuran sekolah swasta di wilayah pelosok sangat kontras dengan besarnya anggaran administrasi. Ada ketimpangan di sini,” paparnya.
Kegiatan Siswa Justru Minim
Ironisnya, alokasi dana untuk kegiatan siswa justru relatif kecil. Pada tahun 2024, anggaran untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler hanya sekitar Rp21.000.000, jumlah yang dinilai sangat minim untuk sekolah dengan ratusan siswa.
Nasril Subandi dari LSM KPPP menilai pola penggunaan anggaran seperti ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait demi memastikan pengelolaan dana BOS berjalan transparan dan akuntabel.
“Kritik ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan. Usut sampai tuntas,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Siap Telusuri
Sementara itu, sorotan terhadap dunia pendidikan di Provinsi Lampung sebelumnya juga mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA, Azah Rawan Sangun, pihak dinas menegaskan akan menindaklanjuti setiap isu yang berkembang di lingkungan sekolah.
Ia bahkan secara terbuka menyebut kondisi dunia pendidikan saat ini sedang tidak baik-baik saja sehingga setiap laporan yang masuk akan ditelusuri.
“Kami akan mentracking atau menelusuri permasalahan yang ada, kemudian melaporkannya secara berjenjang kepada pimpinan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi Kepala SMAN Bhakti Mulya Bunga Mayang, Ambari, guna mendapatkan keterangan berimbang sebelum informasi ini disajikan secara lengkap kepada publik. (mediaviral.co)
















