Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bukber di Diskotik! Jurnalis dan LSM Pilih Brewzy Bar Perdagangan Saat Ramadhan, Publik Bertanya-tanya

104
×

Bukber di Diskotik! Jurnalis dan LSM Pilih Brewzy Bar Perdagangan Saat Ramadhan, Publik Bertanya-tanya

Sebarkan artikel ini

Simalungun, Sumatera Utara | MediaViral.co

Sebuah kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang digelar sejumlah jurnalis, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di Brewzy Bar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Kamis (12/03/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Example 300250

Pasalnya, kegiatan yang diklaim sebagai ajang silaturahmi di bulan suci Ramadhan itu justru digelar di sebuah tempat hiburan malam yang dikenal sebagai diskotik di kawasan Perdagangan. Fakta ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan warga yang menilai lokasi kegiatan tersebut tidak lazim untuk acara bernuansa religius seperti buka puasa bersama.

Sejumlah warga bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai pemandangan yang janggal di tengah suasana Ramadhan, apalagi melibatkan pihak-pihak yang selama ini dikenal aktif menyuarakan moral sosial dan fungsi kontrol terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Meski demikian, para peserta yang hadir membantah adanya hal negatif dalam kegiatan tersebut. Mereka menyebut acara itu semata-mata untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang lebih solid antara jurnalis dan LSM.

Salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan antar pihak yang selama ini aktif menyuarakan berbagai persoalan publik.

“Ini hanya silaturahmi dan buka puasa bersama. Kami juga berdiskusi santai mengenai isu-isu sosial serta peran media dan LSM dalam menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujarnya.

Namun demikian, pilihan tempat yang berada di lingkungan hiburan malam tetap menjadi bahan perbincangan. Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan mengapa acara bernuansa Ramadhan justru digelar di lokasi yang identik dengan aktivitas malam dan hiburan.

Beberapa warga bahkan menilai kegiatan tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terlebih para peserta merupakan pihak yang selama ini dikenal vokal mengkritisi berbagai kebijakan dan persoalan moral sosial.

Terlepas dari kontroversi yang muncul, acara bukber tersebut tetap berlangsung dalam suasana santai. Para peserta terlebih dahulu berbuka puasa bersama, dilanjutkan makan malam serta diskusi ringan mengenai berbagai persoalan daerah dan kepentingan masyarakat.

Meski berjalan kondusif, kegiatan tersebut kini menjadi perbincangan luas di kalangan masyarakat Perdagangan, bahkan memicu berbagai komentar di lingkungan warga yang mempertanyakan etika dan sensitivitas penyelenggaraan kegiatan di bulan suci Ramadhan. (mediaviral.co)

Example 300x375