Lhokseumawe, Aceh – MediaViral.co
Proyek revitalisasi sekolah di Kota Lhokseumawe yang menelan dana miliaran rupiah dari Kemendikdasmen diduga kuat sarat praktik kotor. Koalisi Pemantau Pendidikan Anak Aceh (KP2A2) menuding ada kongkalikong antara pihak sekolah dan konsultan, mulai dari penunjukan hingga pelaksanaan pembangunan.
Hasil investigasi lapangan KP2A2 mengungkap pola permainan busuk yang berulang di banyak sekolah penerima anggaran:
- Konsultan Pesanan – Penunjukan konsultan dilakukan secara diam-diam, tanpa proses seleksi yang transparan.
- Mark Up & Pemotongan Upah Buruh – Nilai proyek dinaikkan, kualitas material diturunkan, dan upah buruh yang sudah dianggarkan justru disunat.
- Tutup Mulut & Sulit Dikonfirmasi – Kepala sekolah penerima anggaran terkesan menghindar, jarang di lokasi, bahkan menutup informasi publik.
- Proyek Asal Jadi – Volume pekerjaan dipangkas, material bangunan diambil dari tambang ilegal tanpa pajak, dan kualitas bangunan dibiarkan seadanya.
“Jika praktik curang ini dibiarkan, maka keselamatan siswa bisa terancam. Anggaran miliaran rupiah berpotensi bocor ke kantong pribadi,” tegas Muhammad Riski Nur Rahmat Nauli, Ketua Tim Investigasi LSM GASPARI, Sabtu (20/9/2025).
KP2A2 menuntut Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, Inspektorat Daerah, dan Kejaksaan Negeri Lhoksukon segera turun tangan. Mereka mendesak aparat penegak hukum menghentikan praktik busuk yang merugikan negara dan mencoreng dunia pendidikan.
Ketua Investigasi Catur Prasetya News, Sudirman, juga mengingatkan masyarakat agar tidak tinggal diam. “Awasi pembangunan ini. Kalau ada kejanggalan, laporkan! Jangan biarkan uang rakyat diselewengkan,” serunya.
Ketua KP2A2, Muhammad Fazrie SH, menambahkan, sejumlah SMA/SMK di Lhokseumawe juga terindikasi bermasalah. “Sistem swakelola rawan jadi ajang bancakan. Harus ada keterlibatan masyarakat agar proyek berjalan jujur dan adil,” ujarnya.
Sementara Ketua KKM Richard Hutagaol menegaskan, proyek pendidikan tidak boleh jadi ladang korupsi. “Ini dana publik, bukan untuk dipakai sesuka hati kepala sekolah dan kroninya,” katanya.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, selalu menghindar dari konfirmasi media.
KP2A2 memastikan akan membentuk tim monitoring khusus, bahkan siap menggandeng Kejaksaan dan Kepolisian untuk menyeret pihak-pihak yang bermain nakal.
“Kalau ini dibiarkan, sama saja membiarkan anak-anak kita belajar di atas bangunan bobrok hasil kongkalikong!” tegas KP2A2.
BERSAMBUNG
















