Lampung Utara – MediaViral.co
Dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mengguncang dunia pendidikan di Lampung. Kali ini sorotan keras publik tertuju pada SMK Negeri 3 Kotabumi Lampung Utara yang diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS.
Isu ini memicu kemarahan masyarakat karena dana BOS merupakan anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa—mulai dari kebutuhan belajar, fasilitas sekolah, hingga kegiatan pendidikan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, muncul dugaan bahwa dana tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya dan berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Desakan keras pun mengarah ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Publik meminta Kepala Dinas Pendidikan tidak sekadar diam, tetapi segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.
“Kalau dana pendidikan sampai diselewengkan, ini bukan sekadar pelanggaran administrasi. Ini bentuk pengkhianatan terhadap masa depan siswa. Kadisdik harus berani bertindak, jangan sampai ada kesan pembiaran,” ujar salah satu sumber yang menyoroti persoalan ini.
Sorotan semakin tajam karena dana BOS berasal dari uang rakyat yang seharusnya dikelola secara transparan. Jika benar terjadi penyimpangan di SMK Negeri 3 Kotabumi Lampung Utara, maka hal tersebut dinilai sebagai tamparan keras bagi integritas dunia pendidikan di Lampung.
Publik kini mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk segera menurunkan tim audit independen guna membongkar secara terang benderang aliran dana BOS di sekolah tersebut. Tidak hanya itu, aparat penegak hukum juga diminta ikut turun tangan apabila ditemukan indikasi kerugian negara.
Masyarakat menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh dijadikan ladang bancakan anggaran oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kini bola panas berada di tangan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Apakah berani mengusut dugaan skandal dana BOS di SMK Negeri 3 Kotabumi Lampung Utara hingga tuntas, atau justru membiarkannya tenggelam tanpa kejelasan?
Publik menunggu langkah tegas—bukan sekadar janji. (mediaviral.co)
















