Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

APBN November 2025 Jebol! Defisit Rp560,3 Triliun, Pajak Anjlok, Alarm Bahaya Fiskal Kian Nyaring

45
×

APBN November 2025 Jebol! Defisit Rp560,3 Triliun, Pajak Anjlok, Alarm Bahaya Fiskal Kian Nyaring

Sebarkan artikel ini

Lampung – MediaViral.co

Kondisi keuangan negara kembali memantik sorotan tajam. Hingga November 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat defisit Rp560,3 triliun, atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini bukan sekadar statistik—ini sinyal keras bahwa tekanan fiskal semakin nyata.

Example 300250

Defisit tersebut melebar signifikan dibanding Oktober 2025 yang “baru” mencapai Rp479,7 triliun. Artinya, dalam sebulan, lubang APBN kembali menganga lebar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan, total pendapatan negara hingga akhir November 2025 mencapai Rp2.351,5 triliun, atau 82,5 persen dari outlook APBN tahun berjalan. Pendapatan itu berasal dari:

Penerimaan perpajakan Rp1.903,9 triliun (79,8 persen dari target)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp444,9 triliun (93,2 persen dari target)

Namun di balik angka-angka tersebut, ada fakta pahit yang tak bisa ditutup-tutupi: penerimaan pajak justru menurun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hingga November 2025, penerimaan pajak hanya Rp1.634,4 triliun, turun dari Rp1.688,6 triliun pada 2024. Penurunan ini menjadi sinyal serius melemahnya kinerja perpajakan di tengah kebutuhan belanja negara yang terus membengkak.

Satu-satunya yang sedikit “menyelamatkan wajah” adalah sektor kepabeanan dan cukai, yang justru naik menjadi Rp269,4 triliun, dari Rp257,7 triliun tahun sebelumnya. Namun kenaikan ini belum cukup menutup penurunan tajam pada pos lain.

Lebih mengkhawatirkan lagi, PNBP anjlok drastis. Dari Rp522,5 triliun pada November 2024, kini merosot ke Rp444,9 triliun. Turunnya PNBP ini menjadi tamparan keras, terutama bagi pemerintah yang selama ini menggantungkan harapan besar pada sektor tersebut.

Sementara itu, belanja negara terus melaju tanpa rem. Hingga November 2025, realisasi belanja mencapai Rp2.911,8 triliun, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2.894,5 triliun.

Rinciannya:

Belanja pemerintah pusat: Rp2.116,2 triliun

Belanja kementerian/lembaga: Rp1.110,7 triliun

Belanja non-kementerian/lembaga: Rp1.005,5 triliun

Transfer ke daerah: Rp795,6 triliun atau 92,1 persen dari outlook 2025

Tak berhenti di situ, keseimbangan primer APBN November 2025 juga tercatat defisit Rp82,2 triliun, mempertegas bahwa pendapatan negara bahkan belum mampu menutup belanja di luar pembayaran bunga utang.

Dengan pajak melemah, PNBP merosot, dan belanja terus membengkak, publik kini bertanya:
seberapa kuat APBN mampu bertahan hingga akhir tahun, dan siapa yang akan menanggung risikonya?

APBN bukan sekadar laporan angka—ini cermin ketahanan ekonomi nasional yang kini mulai retak.
(Red)

Example 300x375