Lampung – MediaViral.co
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan korban perundungan (bullying). Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan bantuan kepada Gina Dwi Sartika (16), siswi SMP Negeri 13 Bandar Lampung yang terpaksa berhenti sekolah akibat menjadi korban bully teman-temannya.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun langsung ke rumah orang tua Gina untuk menyampaikan pesan dan dukungan dari Gubernur.
“Kalian harus rajin lagi, jangan cengeng. Ini pesan dari Gubernur. Beliau ingin kalian sukses, patuh sama ibu, dan rajin belajar,” ujar Thomas Amirico saat menemui keluarga Gina, Kamis (23/10/2025).
Thomas menegaskan bahwa Pemprov Lampung akan memfasilitasi pendidikan Gina dan kedua adiknya, mulai dari jenjang SD hingga SMA.
“Nanti yang masuk SD, SMP, dan SMA akan dibantu. Pokoknya harus semangat, tidak boleh menyerah. Ibu juga akan kami bantu. Ini akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Selain Gina, dua adiknya juga akan dimasukkan ke Sekolah Rakyat, agar tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.
Menurut Thomas, kunjungan ini menjadi bukti nyata perhatian Pemprov Lampung terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus pesan moral agar masyarakat menghentikan tindakan perundungan yang dapat menghancurkan semangat generasi muda.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa bullying bukan hal sepele. Setiap anak berhak sekolah dan meraih cita-citanya tanpa rasa takut atau malu,” ujar Thomas.
Berhenti Sekolah Karena Diejek Profesi Ibu
Kasus ini bermula dari kisah memilukan Gina Dwi Sartika, siswi kelas delapan SMP Negeri 13 Bandar Lampung, yang berhenti sekolah setelah kerap diejek teman-temannya karena pekerjaan sang ibu, Misna Megawati (42), seorang pemulung barang bekas.
“Saya sering dibully, mereka hina orang tua saya yang kerja jadi pemulung. Saya malu dan akhirnya dikeluarkan waktu kelas delapan,” kata Gina lirih.
Sang ibu membenarkan bahwa pihak sekolah sempat meminta Gina berhenti sementara agar suasana sekolah tenang.
“Kata pihak sekolah, daripada ribut terus, mending Gina dikeluarkan saja. Saya cuma ingin anak saya bisa sekolah lagi,” ujar Misna dengan mata berkaca-kaca.
Namun, pihak sekolah memberikan klarifikasi berbeda. Kepala SMP Negeri 13 Bandar Lampung menyebut bahwa Gina tidak dikeluarkan, melainkan diarahkan untuk mengikuti program kejar paket B agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Tidak ada istilah dikeluarkan. Kami hanya ingin mencari solusi terbaik agar anak tersebut tetap bisa bersekolah,” jelas pihak sekolah.
Kini, setelah mendapatkan perhatian dan dukungan dari Pemprov Lampung, harapan Gina untuk kembali bersekolah kembali terbuka lebar. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi setiap anak dari diskriminasi dan perundungan di lingkungan pendidikan.
“Tidak boleh ada lagi anak di Lampung yang putus sekolah karena dibully. Semua berhak mendapat pendidikan yang layak,” tutup Thomas Amirico.
(Redaksi MediaViral.co)
















