Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dugaan Skandal Besar Desa Landbouw: Pangulu Disinyalir Tipu Warga, Aset Desa Raib, BLT Salah Sasaran, ADD 2025 Diduga Dijarah

90
×

Dugaan Skandal Besar Desa Landbouw: Pangulu Disinyalir Tipu Warga, Aset Desa Raib, BLT Salah Sasaran, ADD 2025 Diduga Dijarah

Sebarkan artikel ini

Simalungun, Sumatera Utara – MediaViral.co

Nagori Landbouw, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, kini berada di pusaran dugaan skandal besar pengelolaan dana desa. Pangulu Landbouw, Khaidir Jailani, kembali menjadi sorotan tajam publik setelah rentetan pengakuan warga menguatkan dugaan praktik penipuan, raibnya aset desa, bantuan sosial sarat kepentingan, hingga indikasi penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025.

Example 300250

Janji Kredit Motor Diduga Jadi Modus Tipu Warga

Dua warga Marihat Bandar berinisial R dan D mengaku menjadi korban dugaan penipuan bermodus pengurusan kredit sepeda motor Aerox 155 New. Total dana Rp1,7 juta diserahkan secara bertahap, termasuk transfer ke rekening atas nama istri Pangulu berinisial TSS.

Ironisnya, korban diyakinkan dengan narasi klasik: “uang desa akan turun”.

“Kami percaya karena yang bicara adalah pangulu. Tapi motor tak ada, uang pun lenyap,” ujar korban.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada motor, tidak ada pengembalian uang, dan tidak ada penjelasan terbuka.

Aset Desa Disinyalir Hanya Ada di Laporan

Sejumlah aset Kantor Nagori seperti laptop, infokus, printer, mesin babat rumput, yang tercatat dalam penganggaran desa, diduga tak pernah terlihat secara fisik.

Publik mempertanyakan:
👉 Apakah aset tersebut benar-benar dibeli, atau hanya “hidup” di atas kertas laporan?

Empat Laptop Warga Diduga Berpindah Tangan

Pengakuan mengejutkan datang dari warga bernama Wahyu. Empat unit laptop miliknya yang dipinjam untuk kepentingan kantor desa tak pernah kembali.

Muncul dugaan liar di masyarakat bahwa laptop tersebut diduga digadaikan, meski hingga kini belum ada klarifikasi resmi.

Seng Teratak Desa Menghilang, Diduga Dijual Diam-diam

Seng teratak desa—aset yang biasa digunakan untuk kegiatan masyarakat—kini hilang tanpa jejak. Warga menduga aset tersebut dijual, namun hasilnya tak pernah diumumkan.

“Kalau ini aset desa, siapa yang berani menjual? Ke mana uangnya?” kata tokoh masyarakat.

BLT Disorot: Keluarga Perangkat Dapat, Warga Miskin Tersingkir

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) justru memicu kemarahan publik. Sejumlah keluarga perangkat desa disebut menerima bantuan, sementara warga miskin dan layak bantu tidak terdata.

Situasi ini memunculkan dugaan kuat praktik nepotisme dan manipulasi data penerima manfaat.

ADD 2025: Dana Turun, Proyek Mangkrak

Sorotan paling panas mengarah pada ADD 2025. Dana tahap I disebut telah dicairkan, namun proyek rabat beton Jalan Usaha Tani ±83 meter dilaporkan mangkrak dan tak tuntas.

Lebih memilukan, honor guru PAUD selama enam bulan belum dibayarkan, sementara dana desa disebut sudah masuk rekening.

Publik bertanya keras: 👉 Ke mana aliran dana desa sebenarnya?

Publik Murka: Jangan Ada Pangulu Kebal Hukum

Gelombang kemarahan warga kini berubah menjadi tuntutan terbuka:

Audit investigatif total oleh Inspektorat Simalungun

Pemeriksaan khusus Dana Desa & ADD 2025

Pemberhentian sementara Pangulu Landbouw

Pengembalian uang warga dan pembayaran honor guru PAUD

Jika dugaan ini terbukti, masyarakat mendesak aparat penegak hukum menjerat pihak terkait dengan Pasal 372 dan 378 KUHP, serta UU Tipikor bila dana negara disalahgunakan.

“Kalau hukum tajam ke rakyat kecil tapi tumpul ke pejabat desa, jangan salahkan bila kepercayaan publik hancur,” tegas warga.

MediaViral.co menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga terang benderang.
⚠️ Negara tidak boleh kalah oleh oknum. Desa bukan ladang bancakan.

(Rijal)

Example 300x375