Simalungun — Sumatera Utara | MediaViral.co
Situasi di SPBU 14.211.270 Kerasaan pada Selasa malam (3/12/2025) kembali memprihatinkan. Antrian kendaraan bermotor—mulai dari truk, mobil pribadi, hingga sepeda motor—terlihat mengular panjang tanpa adanya pengamanan atau pengaturan dari pihak Polsek Perdagangan.
Kelangkaan Pertalite dan Pertamax yang terjadi sejak pagi hari memicu kepanikan warga. Banyak pengendara berebut mengisi BBM menggunakan botol minuman plastik, jerigen lima liter, dan wadah tidak standar lainnya, meski praktik tersebut dilarang dan sangat berbahaya. Petugas SPBU tetap melayani pengisian tersebut tanpa melakukan penolakan.
Seorang warga yang ikut mengantri motor mengaku kecewa dengan kondisi yang dibiarkan begitu saja.
“Parah kali, Bang. Banyak yang isi pakai botol Aqua, ada juga yang bawa jerigen kecil. Semua tetap dilayani. Bahaya itu, tapi gak ada yang melarang. Polisi pun gak ada mengatur, jadi tambah kacau,” ujarnya.
Di area lain, antrian truk pengisi solar juga menumpuk dan menutupi badan jalan, mengakibatkan kemacetan panjang hingga membuat akses di sekitar SPBU tersebut sangat terganggu. Situasi tanpa pengaturan ini membuat lokasi menjadi rawan kecelakaan.
Sejumlah aktivis masyarakat menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Mereka menilai ada kelemahan serius dalam pengawasan SPBU dan distribusi BBM.
“Ini jelas melanggar SOP Pertamina. Pengisian BBM memakai botol plastik dan jerigen kecil itu dilarang karena risiko kebakarannya tinggi. Tapi faktanya dibiarkan. Polsek, Pemkab, dan Pertamina harus segera turun tangan,” tegas seorang aktivis.
Secara aturan, Pertamina dan Dirjen Migas melalui Keputusan Dirjen Migas Nomor 146.K/10/DJM.T/2017 telah melarang pengisian BBM menggunakan wadah nonstandar, khususnya botol plastik dan jerigen berukuran kecil, karena sangat rentan memicu kebakaran.
Warga berharap aparat kepolisian dan pemerintah daerah segera melakukan penertiban serta memastikan distribusi BBM kembali normal agar kondisi berbahaya seperti ini tidak terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Perdagangan maupun pengelola SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya pengisian BBM menggunakan botol Aqua dan jerigen di lapangan.
(Rijal)
















