Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Infrastruktur Terlantar, Warga Desa Sukadamai Keluarkan “Kartu Kuning” untuk Bupati dan Wakil Bupati OKI

13
×

Infrastruktur Terlantar, Warga Desa Sukadamai Keluarkan “Kartu Kuning” untuk Bupati dan Wakil Bupati OKI

Sebarkan artikel ini

Pedamaran, OKI, Sumatera Selatan — MediaViral.co

Kesabaran masyarakat Desa Sukadamai, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akhirnya mencapai batas. Kondisi jalan desa yang terus memburuk dari tahun ke tahun membuat warga melayangkan “kartu kuning” sebagai bentuk peringatan politik kepada Bupati OKI Muchendi dan Wakil Bupati Supriyanto.

Example 300250

Warga menilai janji prioritas infrastruktur yang berkali-kali disampaikan menjelang pemilihan kepala daerah tak kunjung diwujudkan. Sebaliknya, kondisi jalan utama di Desa Sukadamai kini berubah menjadi kubangan besar, dipenuhi lubang, genangan lumpur, hingga merusak akses ke fasilitas umum.


Warga Kecewa: Pajak Jalan, Pajak Kendaraan, CSR Perusahaan—Semua Masuk, tapi Jalan Tetap Hancur

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa masyarakat Sukadamai sudah lama berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Ia mengungkapkan bahwa ribuan kendaraan milik warga memberikan pemasukan signifikan melalui pajak kendaraan bermotor tiap tahun. Belum lagi pajak dari ASN, TNI, Polri, pegawai swasta, pelaku usaha PT dan CV, serta pemasukan daerah dari lelang lebak lebung tahunan.

“Kami ini penyumbang besar PAD. Tapi kenapa jalan di desa kami dibiarkan rusak parah? Pemerintah daerah dapat pajak dari kendaraan kami tiap tahun, tapi baliknya ke masyarakat apa? Jalan malah tambah hancur,” keluhnya.

Warga juga menyoroti ketidakjelasan alokasi dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Pedamaran. Mereka mendesak pemerintah untuk membuka secara transparan berapa dana CSR yang masuk dan apa saja yang sudah direalisasikan.


Kerusakan Jalan Capai Pemakaman Umum, Lampu Jalan Mati: Bahaya Mengintai Setiap Malam

Pantauan warga menunjukkan bahwa kerusakan jalan di lintas Desa Sukadamai kini menjalar hingga area pemakaman umum. Permukaan jalan yang ambles, berlubang dalam, dan digenangi air menjadikan akses warga lumpuh pada saat hujan.

Tak hanya itu, lampu penerangan jalan juga banyak yang tidak berfungsi. Jalan gelap pada malam hari meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang melintas dari dan menuju pusat kecamatan.

“Jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan vital, bukan jalan kampung kecil. Kalau terus dibiarkan, ekonomi warga makin terpukul,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.


LSM GPPMS Beri Ultimatum Pemerintah Daerah: Jika Diam, Kita Turun ke Jalan

Melihat ketidakseriusan pemerintah daerah merespons keluhan warga, Koordinator LSM Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMS), Budi Rizkiyanto, menyatakan siap mengorganisir aksi besar-besaran.

“Kalau pemerintah OKI masih pura-pura tidak dengar, kami akan turun ke jalan. Kami siap memfasilitasi masyarakat Sukadamai untuk aksi demonstrasi di depan kantor Bupati OKI,” tegas Budi.

Ia menambahkan bahwa suara masyarakat tidak boleh diabaikan, terlebih menyangkut fasilitas dasar seperti infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian.


Warga Menunggu Bukti, Bukan Janji

Masyarakat Sukadamai berharap pemerintah daerah tidak lagi berlindung di balik alasan klasik seperti anggaran terbatas atau proses perencanaan yang panjang. Bagi warga, jalan yang seharusnya menjadi akses harian kini justru menjadi ancaman keselamatan.

Warga menegaskan bahwa mereka akan terus bersuara hingga pemerintah menindaklanjuti keluhan ini dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika.

“Cukup sudah janji manis. Sekarang kami menunggu tindakan,” ujar warga lainnya. (mediaviral.co),

Example 300x375