Pandeglang, Banten — MediaViral.co
Warga Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, kembali bersuara lantang terkait kondisi infrastruktur desa yang dinilai memprihatinkan. Meski setiap tahun desa tersebut menerima kucuran Dana Desa hingga Rp 998.491.000, kondisi jalan masih jauh dari kata layak. Bahkan, banyak titik jalan berubah menjadi kubangan kerbau penuh lumpur yang menghambat aktivitas warga.
Desa Umbulan berstatus sebagai desa berkembang dan menjadi penerima dana desa besar dari pemerintah pusat. Namun, alih-alih membawa kesejahteraan, warga justru mempertanyakan manfaat dana tersebut karena kondisi infrastruktur tak menunjukkan kemajuan berarti.
“Jalan depan rumah saja tidak bisa dilalui. Penuh lumpur, licin, bahkan kendaraan sering terjebak. Sampai kapan kami begini? Dana desa hampir satu miliar setiap tahun, tapi jalan seperti kubangan kerbau,” keluh salah satu warga yang ditemui, Sabtu (29/11/2025).
Gorong-gorong Hancur Dalam Sepekan, Diduga Dibangun Tanpa Standar
Selain jalan, warga juga menyoroti pembangunan infrastruktur lain seperti drainase dan gorong-gorong yang dinilai tidak sesuai standar. Beberapa gorong-gorong yang baru dibangun dilaporkan hancur kurang dari satu minggu, karena diduga tidak memakai besi sebagai penguat, melainkan kerangka bambu.
“Belum seminggu sudah hancur. Bagaimana uang sebesar itu dipakai, kalau bangun gorong-gorong saja pakai bambu?” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.
Warga menduga bahwa penggunaan dana desa tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel. Mereka bahkan menyebut adanya indikasi penyalahgunaan anggaran oleh oknum pemerintah desa.
Anggaran Kegiatan Kontingen Rp 107.100.000 Ikut Dipertanyakan
Salah satu pos anggaran yang menjadi sorotan adalah anggaran kegiatan kontingen sebesar Rp 107.100.000, yang dinilai tidak wajar oleh warga.
“Ini seperti akal-akalan saja. Kami tidak pernah melihat manfaatnya. Diduga ada permainan antara kepala desa, pendamping desa, bahkan mungkin oknum DPMD,” kata seorang narasumber lainnya.
Warga menilai bahwa pengelolaan anggaran desa selama kepemimpinan Kepala Desa Umbulan, Sarta, harus segera diawasi secara ketat.
Warga Desak APH Bertindak: Audit dan Periksa Penggunaan Dana Desa
Berdasarkan temuan lapangan dan keterangan sejumlah warga, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan.
“Kami minta APH segera memeriksa Kades Umbulan dan mengaudit dana desa selama ini. Kalau ada penyimpangan, harus diproses sesuai hukum dan uang negara wajib dikembalikan,” tegas warga.
Warga juga mendesak Bupati Pandeglang untuk turun langsung dan memastikan dana desa dikelola sesuai aturan, bukan menjadi ajang memperkaya diri oknum pemerintah desa.
Redaksi mediaviral.co masih melakukan pendalaman data, analisis dokumen anggaran, serta menunggu klarifikasi dari Kepala Desa Umbulan, DPMD, dan pihak Kecamatan Cikeusik.
Data lengkap, kronologi, dan temuan lapangan akan disampaikan pada edisi berita berikutnya.
Pandeglang, Banten – mediaviral.co
















