Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Jalan Rabat Beton di Tanjung Serupa Way Kanan Rusak Berat, Warga Desak Audit Dana Desa

34
×

Jalan Rabat Beton di Tanjung Serupa Way Kanan Rusak Berat, Warga Desak Audit Dana Desa

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, Lampung — MediaViral.co

Kondisi infrastruktur jalan rabat beton di Desa Tanjung Serupa SP 6B, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan utama yang menghubungkan permukiman warga hingga Dusun Tanjung Aman itu kini rusak parah, dipenuhi lubang, batu-batu berserakan, dan sejumlah besi konstruksi yang sudah keluar akibat struktur jalan yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Example 300250

Saat musim hujan, kerusakan semakin menjadi-jadi. Minimnya talut dan saluran drainase menyebabkan air mengalir tanpa arah, menggerus badan jalan, dan menciptakan aliran menyerupai sungai kecil.

“Musim hujan seperti mimpi buruk. Jalan berubah jadi aliran air, mau lewat saja sulit,” keluh seorang warga.


Baru Satu Tahun Dibangun, Sudah Rusak Parah

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Serupa, Kadek W, yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024.

Namun baru setahun selesai dibangun, kondisi jalan sudah rusak berat.

“Baru dibuat setahun, sudah rusak begini. Besi pada keluar, batu-batu berserakan, dan jalannya berlobang. Perbaikan tidak pernah dilakukan secara layak sejak kepala desa sekarang menjabat,” ujarnya.

Kadek mengaku selama dua dekade menjabat di BPD, belum pernah melihat adanya pengaspalan jalan desa sejak kepemimpinan Kepala Desa Mardiono.

Ia juga menyoroti papan proyek pembangunan tahun 2024 yang hanya mencantumkan nama kegiatan tanpa mencantumkan nilai anggaran.


Proyek Desa Dinilai Tidak Transparan

Kadek menambahkan bahwa hampir seluruh ruas jalan desa kini dalam kondisi rusak parah. Ia juga menilai banyak proyek pembangunan lain yang tidak transparan terkait jumlah anggaran yang digunakan.

Keluhan itu juga dirasakan warga lainnya.

“Kami tidak menuntut jalan seperti jalan lintas. Cukup yang layak dilalui, aman, dan tidak membahayakan. Sekarang ini mau lewat rasanya seperti bertaruh keselamatan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.


Warga Desak Audit Dana Desa Sejak 2017

Kekecewaan warga semakin memuncak. Mereka menuntut Inspektorat Kabupaten Way Kanan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di Tanjung Serupa SP 6B sejak tahun 2017 hingga 2025.

“Kalau ada penyimpangan, aparat penegak hukum harus turun tangan. Kalau kepala desa terbukti korupsi uang negara, tangkap dan penjarakan. Itu uang rakyat, bukan untuk kepentingan pihak tertentu,” tegas seorang tokoh masyarakat.


Belum Ada Tanggapan Pemerintah

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Tanjung Serupa SP 6B maupun Pemerintah Kabupaten Way Kanan belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan jalan tersebut ataupun tuntutan audit yang disampaikan warga.

Kondisi memprihatinkan ini menambah panjang daftar persoalan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Way Kanan, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik terkait efektivitas penggunaan Dana Desa, meski pemerintah pusat setiap tahun menggelontorkan anggaran besar untuk pembangunan desa di seluruh Indonesia. (mediaviral.co)

Example 300x375