Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Lapangan Bola Voli di Desa Tanjung Serupa SP 6B Terbengkalai, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Desa

24
×

Lapangan Bola Voli di Desa Tanjung Serupa SP 6B Terbengkalai, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Desa

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, Lampung — MediaViral.co

Kondisi lapangan bola voli di Desa Tanjung Serupa, SP 6B, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, kini memantik perhatian publik. Fasilitas olahraga yang semestinya dimanfaatkan masyarakat itu tampak tidak terawat. Rumput liar memenuhi permukaan lapangan, sementara sejumlah bagian fasilitas seperti tiang dan area sekitar lapangan terlihat rusak parah.

Example 300250

Padahal, lapangan tersebut sebelumnya menjadi salah satu ruang aktivitas bagi pemuda karang taruna dan warga sekitar. Seiring kerusakan yang terjadi, lapangan ini tak lagi digunakan dalam dua tahun terakhir.

Lapangan Baru Dua Tahun Digunakan

Seorang warga setempat berinisial RY mengungkapkan bahwa lapangan bola voli tersebut tidak berumur lama sejak pembangunannya.

“Lapangan ini baru sekitar dua tahun berjalan. Setelah itu tidak ada lagi kegiatan olahraga. Sayang sekali, padahal saat baru dibangun, kondisinya jauh lebih bagus dibanding desa lain,” ujarnya.

Menurut dia, kerusakan yang terjadi dipicu oleh minimnya perawatan dan penanganan dari pemerintah desa maupun pihak terkait.

Warga Pertanyakan Transparansi Penggunaan Dana Desa

Selain persoalan kerusakan, warga juga menyoroti aspek transparansi anggaran. Mereka mengaku tidak mengetahui besaran dana yang dihabiskan untuk pembangunan lapangan maupun fasilitas pendukungnya. Hal ini lantaran papan informasi maupun prasasti proyek tidak mencantumkan nilai anggaran, melainkan hanya mencantumkan tahun 2021.

“Biayanya besar, tetapi berapa anggarannya kami tidak tahu. Tidak ada keterangan di prasasti atau papan informasi. Kami hanya melihat tahun anggarannya, tanpa rincian apa pun,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Warga menilai prasasti yang terpasang justru terlihat baru sehingga menimbulkan dugaan bahwa keterangan tahun pembangunan tidak sesuai fakta lapangan.

Jalan Desa Dalam Kondisi Rusak

Kekecewaan warga tidak hanya mengarah pada kondisi lapangan, tetapi juga pada infrastruktur desa lainnya. Hampir seluruh jalan desa disebut berada dalam kondisi rusak parah, dipenuhi batuan lepas, serta tidak pernah diaspal.

“Kami tidak melihat adanya pembangunan jalan yang layak. Semua jalan rusak, dan rumput tumbuh di sela-sela batu. Kami tidak tahu ke mana dana desa dialokasikan,” ungkap warga lain.

Warga Minta Audit Dana Desa Sejak 2013

Atas berbagai temuan tersebut, warga Desa Tanjung Serupa SP 6B meminta pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta instansi pengawas seperti Inspektorat untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap Dana Desa (DD) sejak tahun 2013 hingga 2025.

Mereka menganggap audit diperlukan guna memastikan apakah anggaran desa telah dikelola sesuai ketentuan.

“Jika ada dugaan korupsi, kami berharap aparat penegak hukum bertindak. Dana desa adalah uang negara, uang rakyat. Jika disalahgunakan, harus ada sanksi hukum,” tegas warga. (mediaviral.co)

Example 300x375