Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kajari Kabupaten Kediri Ajak Ketua TP PKK Desa Bersinergi Cegah KDRT

13
×

Kajari Kabupaten Kediri Ajak Ketua TP PKK Desa Bersinergi Cegah KDRT

Sebarkan artikel ini

Kediri, Jawa Timur — MediaViral.co

Upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali diperkuat melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A). Ketiga institusi tersebut menggelar Sosialisasi “Teladan Ibu Pencegah Kekerasan dan Korupsi” sebagai rangkaian Peringatan Hari Ibu Tahun 2025.

Example 300250

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 25 November 2025 di Gedung Bagawanta Kabupaten Kediri itu menghadirkan narasumber Dr. Ismaya Hera Wardanie dan Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri, dr. Nurwulan Andadari, MMRS. Sosialisasi diikuti oleh Ketua TP PKK Desa sekaligus Ibu Kepala Desa se-Kabupaten Kediri.

Dalam paparannya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman publik mengenai bahaya KDRT. Menurutnya, KDRT tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga kerusakan psikologis yang berdampak panjang pada korban dan keluarga.

“Peran masyarakat sangat penting. Pengawasan, kepedulian, dan keberanian melaporkan kasus KDRT di lingkungan masing-masing menjadi kunci pencegahan,” ujar Kajari.

Ia menambahkan, membangun budaya kesadaran kolektif merupakan langkah strategis untuk menekan angka kekerasan di wilayah Kabupaten Kediri. Ketua TP PKK Desa sebagai figur perempuan di tingkat akar rumput dinilai memiliki peran signifikan dalam memberikan teladan dan edukasi kepada warganya.

Sementara itu, Dinas P2KBP3A menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk KDRT serta konsekuensi hukum dan sosial yang ditimbulkannya.

Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat mampu menurunkan angka KDRT maupun pernikahan anak—dua isu yang masih menjadi tantangan dalam perlindungan perempuan dan anak di daerah.

(Lisa DS)

Example 300x375