Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dugaan Setoran Proyek, Kontraktor Gunakan Batu Kapur: Pekerjaan Jalan di Tanjung Sari Disorot Tajam

67
×

Dugaan Setoran Proyek, Kontraktor Gunakan Batu Kapur: Pekerjaan Jalan di Tanjung Sari Disorot Tajam

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan – MediaViral.co

Proyek peningkatan pengaman jalan pada ruas Kabupaten Kertosari hingga Kantor Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, kembali memantik kemarahan masyarakat. Proyek yang dibiayai APBD Lampung Selatan oleh CV Antar Bintang Sejahtera dan CV Tri Briliant Sanjaya yang tercantum pada papan proyek diduga kuat tidak memenuhi standar teknis infrastruktur, terutama pada pekerjaan drainase.

Example 300250

Temuan lapangan menunjukkan adanya dugaan praktik penurunan kualitas material yang mengarah pada indikasi setoran proyek dan upaya memperbesar keuntungan kontraktor.

Temuan Lapangan: Drainase Asal Jadi dan Material Diduga Tidak Layak

Berdasarkan investigasi MediaViral.co di lokasi, pekerjaan drainase tampak dikerjakan tanpa standar konstruksi yang benar. Material batu yang digunakan terlihat merupakan batu muda sejenis batu kapur, yang secara teknis tidak memiliki kekuatan untuk pekerjaan drainase karena mudah hancur, berpori, dan tidak tahan air.

Beberapa warga juga mengungkap bahwa penggunaan batu kapur bukan kali ini saja terjadi, melainkan telah menjadi pola hampir di setiap pekerjaan proyek di wilayah Tanjung Sari. Hal ini memperkuat dugaan bahwa penggunaan material murah dilakukan secara sistematis untuk menekan biaya dan memenuhi setoran proyek.

Respons Camat Tanjung Sari: Mengakui Ada Batu Kapur

Saat dikonfirmasi, Camat Tanjung Sari Handoyo tidak menepis temuan tersebut.

“Benar ada batu kapurnya, tetapi hanya satu mobil. Itu pun sudah terpasang,” jelas Handoyo.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan serius:
Mengapa material tidak layak itu bisa lolos dan tetap dipasang?
Apakah ada kelalaian pengawasan atau ada pembiaran?

Handoyo berjanji akan bersurat kepada Dinas PU untuk meminta tim turun ke lapangan. Namun publik menilai tindakan tersebut terlambat, karena pengawasan seharusnya dilakukan sejak awal pekerjaan berjalan.

Dugaan Motif Ekonomi: Margin Keuntungan Lebih Penting Ketimbang Mutu

Praktik penggunaan material non-standar seperti batu kapur diduga merupakan cara kontraktor untuk memperbesar keuntungan, terutama bila proyek dibebani setoran kepada oknum tertentu. Material batu kapur jauh lebih murah dibandingkan batu belah standar, sehingga selisih harga berpotensi menjadi sumber keuntungan tambahan.

Jika dugaan ini terbukti, proyek publik yang seharusnya memberi manfaat justru menjadi sarana penggerusan uang negara dan merugikan warga dalam jangka panjang.

Seruan Kuat kepada Dinas PU dan Aparat Penegak Hukum

MediaViral.co menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan dengan material tidak layak berpotensi merusak infrastruktur, menimbulkan banjir, dan membuat anggaran daerah sia-sia.

Kami mengajak masyarakat untuk terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan di wilayah masing-masing.
Kritik dari masyarakat dan media bukan ancaman bagi pembangunan, tetapi justru menjadi kontrol agar proyek berjalan sesuai standar.

Kami juga mendesak Dinas PU Lampung Selatan dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika ditemukan adanya manipulasi material, rekayasa pekerjaan, atau bukti aliran setoran proyek, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.


Mujianto – MediaViral.co

Example 300x375