Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Mbak Tutut Soeharto Haru, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Usai Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

11
×

Mbak Tutut Soeharto Haru, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Usai Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, MediaViral.co

10 November 2025 — Suasana haru menyelimuti Istana Negara saat Presiden Joko Widodo secara resmi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, Senin (10/11).
Putri pertama almarhum Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, hadir mewakili keluarga dan menyampaikan rasa syukur serta pesan persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Example 300250

Dalam keterangannya kepada wartawan usai prosesi penganugerahan, Mbak Tutut menuturkan bahwa keluarga besar Soeharto menerima keputusan pemerintah tersebut dengan penuh rasa terima kasih. Ia juga menilai penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas jasa dan dedikasi ayahandanya terhadap bangsa Indonesia.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas penghargaan ini. Kami memahami bahwa masyarakat memiliki pandangan yang beragam, dan itu adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokratis,” ujar Mbak Tutut dengan nada penuh haru.

Ia menekankan, perbedaan pandangan di tengah masyarakat seharusnya tidak menimbulkan perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk memperkokoh semangat persatuan dan kebangsaan.

“Ya, pro dan kontra itu biasa. Masyarakat Indonesia kan beragam. Yang penting kita tetap menjaga persatuan, karena itu warisan terbesar dari para pahlawan,” tambahnya.

Upacara penganugerahan yang berlangsung khidmat di Istana Negara itu turut dihadiri oleh keluarga besar Cendana, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, serta para tokoh nasional. Momen tersebut menjadi bersejarah, mengingat Soeharto adalah presiden dengan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Indonesia — selama 32 tahun, dari 1967 hingga 1998.

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto menandai babak baru dalam perjalanan sejarah bangsa. Di tengah pro dan kontra publik, keputusan ini dinilai sebagai bentuk penghormatan negara atas kiprah Soeharto dalam membangun fondasi ekonomi dan stabilitas nasional di masanya.

Mbak Tutut menutup pernyataannya dengan harapan agar penghargaan ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk meneladani semangat pengabdian dan cinta tanah air yang ditunjukkan oleh para pahlawan.

“Mari kita jadikan Hari Pahlawan ini sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tugas kita adalah menjaga Indonesia tetap utuh dan maju,” pungkasnya. (mediaviral.co)

Example 300x375