Subang, Jawa Barat – MediaViral.co
Sebuah insiden yang memprihatinkan menggemparkan dunia pendidikan di SMPN 2 Subang. Seorang guru diduga melakukan kekerasan fisik terhadap murid-muridnya tanpa pemberitahuan kepada orang tua, menampar siswa dengan alasan yang tidak jelas. Video aksi brutal ini viral dan memicu kemarahan publik.
Yang lebih menghebohkan, guru tersebut tidak menunjukkan penyesalan sedikitpun. Alih-alih meminta maaf kepada orang tua murid, ia justru menyuruh mereka meminta maaf kepadanya. Bahkan, guru itu menyarankan agar anak-anak mereka pindah dari sekolah. Sikap arogan, premanistik, dan terkesan tidak manusiawi ini membuat banyak pihak menilai guru tersebut “tidak memahami pendidikan” dan berperilaku seperti preman kaki lima.
Beberapa pengamat menduga perilaku guru ini dipengaruhi oleh konten yang diunggah Gubernur Dedi Mulyadi, yang memperlihatkan pendekatan keras terhadap murid. Namun, pengamat pendidikan menegaskan bahwa konten publik figur tidak pernah bisa dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap anak.
“Guru adalah teladan. Anak-anak seharusnya dididik dengan penuh perhatian, bukan ditakut-takuti atau diperlakukan sewenang-wenang. Perilaku seperti ini sangat memalukan dan harus ditindak tegas,” ujar seorang pengamat pendidikan nasional.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan terhadap guru di sekolah, tata kelola disiplin yang manusiawi, dan perlunya aturan tegas untuk melindungi siswa. Orang tua dan masyarakat menuntut tindakan cepat agar kejadian serupa tidak terulang dan dunia pendidikan kembali pada jalurnya sebagai tempat aman bagi anak-anak belajar dan berkembang. (mediaviral.co)
















