Lampung Utara – MediaViral.co
Pembangunan gedung Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 2 Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, kini menjadi sorotan tajam publik. Proyek yang menelan dana Rp130.246.360 itu diduga dikerjakan secara asal-asalan dan penuh kejanggalan.
Pantauan di lapangan, kondisi pondasi bangunan nyaris tak layak. Pondasi yang seharusnya menjadi penopang utama kekuatan gedung, justru dibuat dangkal hanya sedalam sejengkal. Parahnya lagi, campuran semen terlihat tidak sesuai standar—lemah, tipis, dan tampak seperti pekerjaan main-main.
“Ini bangunan untuk anak sekolah, tapi dikerjakan seperti proyek abal-abal. Pondasinya saja dangkal, adukannya asal-asalan. Mau jadi apa kalau seperti ini? Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sudah penghianatan terhadap uang rakyat!” tegas salah satu warga setempat dengan nada geram.
Warga menilai proyek bernilai ratusan juta rupiah ini hanyalah ajang menggerogoti anggaran pendidikan. Mereka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Lampung Utara segera menyidik dan menangkap pihak pelaksana yang bertanggung jawab atas pembangunan bobrok tersebut.
“Kalau tidak segera ditindak, bukan hanya uang negara yang dirugikan, tapi nyawa anak-anak bisa terancam. Bangunan seperti ini bisa roboh kapan saja,” tambah warga lainnya.
Proyek dengan nilai ratusan juta rupiah itu seharusnya memberikan fasilitas pendidikan yang aman dan kokoh bagi generasi muda. Namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan indikasi kuat permainan kotor dan lemahnya pengawasan dari dinas terkait.
Masyarakat meminta agar APH, Kejaksaan, dan Inspektorat tidak tutup mata. Mereka berharap proyek SDN 2 Ogan Lima segera diperiksa secara menyeluruh, dan semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan asal-asalan tersebut dijerat hukum tanpa pandang bulu.
“Jangan tunggu bangunan ambruk dan menimpa anak-anak baru bertindak. Tangkap pelakunya sekarang!” pungkas warga dengan suara lantang. (***)
















