Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

DK PBB Adopsi Rencana Otonomi Maroko, Wilson Lalengke: Jalan bagi Perdamaian dan Pemulangan Pengungsi Kamp Tindouf

11
×

DK PBB Adopsi Rencana Otonomi Maroko, Wilson Lalengke: Jalan bagi Perdamaian dan Pemulangan Pengungsi Kamp Tindouf

Sebarkan artikel ini

New York – MediaViral.co

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara resmi mengadopsi Resolusi 2797, yang mendukung Morocco Autonomy Plan atau Rencana Otonomi Maroko sebagai solusi paling realistis untuk penyelesaian sengketa Sahara Barat yang telah berlangsung selama hampir setengah abad.

Example 300250

Resolusi tersebut, yang disetujui oleh mayoritas anggota DK PBB, menjadi kemenangan diplomatik besar bagi Kerajaan Maroko dan membuka babak baru menuju perdamaian serta reintegrasi masyarakat di kawasan tersebut.

Dalam resolusi itu, DK PBB mengakui usulan Maroko untuk memberikan otonomi khusus bagi wilayah Sahara di bawah kedaulatannya sebagai “kerangka kerja yang layak dan serius” untuk menyelesaikan konflik. Selain itu, resolusi juga memperpanjang mandat misi penjaga perdamaian PBB, MINURSO, hingga Oktober 2026, sebagai bentuk komitmen komunitas internasional terhadap stabilitas kawasan.


Jalan Pulang bagi Pengungsi Tindouf

Salah satu poin penting dari resolusi ini adalah rencana pemulangan sukarela pengungsi Sahrawi dari Kamp Tindouf di Aljazair ke wilayah Sahara Maroko. DK PBB menekankan pentingnya upaya reintegrasi para pengungsi agar dapat kembali hidup bermartabat dan aman di tanah air mereka.

Pemerintah Maroko telah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan perumahan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan bagi para pengungsi yang kembali, sejalan dengan strategi pembangunan nasional di provinsi-provinsi bagian selatan negara tersebut.


Seruan Wilson Lalengke di Komite Keempat PBB

Awal Oktober lalu, tepatnya pada 8 Oktober 2025, jurnalis warga sekaligus aktivis hak asasi manusia asal Indonesia, Wilson Lalengke, menyampaikan pidato menyentuh di hadapan lebih dari 400 delegasi dalam sidang Komite Keempat PBB di New York.

Dalam pidatonya, Wilson menyoroti pentingnya penyelesaian konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Sahara Barat serta mendesak komunitas internasional untuk menjamin hak para pengungsi di Kamp Tindouf agar dapat kembali ke tanah air mereka secara damai.

“Hak untuk hidup tidak dapat dinegosiasikan,” tegas Wilson Lalengke dalam pidatonya, menyerukan dukungan global bagi perdamaian dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Pidato Wilson mendapat sambutan positif dari Ketua Sidang Komite Keempat, José Alberto Briz Gutiérrez dari Guatemala, yang menilai pandangan Wilson sebagai penguat upaya kolektif dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Menanggapi keputusan DK PBB, Wilson mengaku gembira. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu menyebut resolusi tersebut sebagai langkah nyata menuju perdamaian dan mengakhiri penderitaan panjang para pengungsi Tindouf yang telah lama disuarakannya di forum internasional.


Era Baru bagi Kerajaan Maroko

Dengan semakin luasnya dukungan internasional — termasuk dari Amerika Serikat, sejumlah negara Uni Eropa, dan berbagai negara Afrika — inisiatif otonomi Maroko kini mendapatkan momentum baru sebagai dasar solusi politik jangka panjang.

Disahkannya Resolusi 2797 diharapkan dapat mempercepat proses diplomatik dan pembangunan ekonomi di wilayah Sahara Maroko, memperkuat integrasi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

Saat tirai panjang ketidakpastian mulai tersingkap, masyarakat Sahrawi kini memiliki harapan untuk masa depan yang ditentukan bukan oleh perpecahan, melainkan oleh persatuan, perdamaian, dan kesejahteraan bersama.

(TIM/Red)

Example 300x375