Mesuji, Lampung — MediaViral.co
Upaya penegakan hukum oleh jajaran Satresnarkoba Polres Mesuji berujung ricuh dan mencekam. Penangkapan bandar sabu jaringan lintas Lampung–Sumatera Selatan berinisial RR, di Desa Sungai Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara, Senin (13/10/2025) malam, berubah menjadi kerusuhan setelah warga melakukan penghadangan dan pemukulan terhadap aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim Satresnarkoba Polres Mesuji menggerebek rumah RR di RT 1 RW 3. Saat petugas masuk ke dalam rumah, pelaku sempat berteriak histeris dan berusaha melarikan diri. Teriakan tersebut memancing kepanikan dan kemarahan keluarga serta warga sekitar yang kemudian menyerbu lokasi dan mencoba menggagalkan penangkapan.
Kondisi semakin tak terkendali. Massa mulai melempari petugas dan melakukan pemukulan, memaksa aparat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kerumunan dan menyelamatkan diri bersama tersangka.
Meski dihadang dan diserang, petugas berhasil mengamankan RR beserta barang bukti berupa beberapa paket sabu siap edar, timbangan digital, serta alat hisap sabu (bong). Tersangka kemudian langsung dibawa ke Mapolres Mesuji untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Narkoba Polres Mesuji, AKP [Nama Dirahasiakan], membenarkan adanya aksi brutal warga yang mencoba menggagalkan proses penangkapan.
“Benar, saat anggota kami melakukan penggerebekan, warga melakukan perlawanan. Kami sudah berupaya persuasif, namun karena situasi tidak terkendali, kami melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
AKP tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan main hakim sendiri dan akan menindak tegas siapa pun yang menghalangi proses hukum.
“Menghalangi penegakan hukum, apalagi menyerang petugas, itu tindak pidana. Kami akan proses,” tegasnya.
Diketahui, RR merupakan bandar sabu kawakan yang selama ini menjadi pemasok utama di wilayah perbatasan Mesuji dan Sumatera Selatan. Polisi kini tengah memburu jaringan lain yang terkait dengan pelaku, serta mengidentifikasi warga yang terlibat dalam aksi penghadangan.
Situasi di Desa Sungai Sidang kini berangsur kondusif, namun aparat kepolisian masih disiagakan di lokasi untuk mencegah kericuhan susulan. (***)
















