Serang, Banten — MediaViral.co
Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang terbit pada 11 Oktober 2025 terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek Jalan Usaha Tani (JUT) di Kampung Pasangi Kembang, RT/RW 011/004, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sindangheula memberikan klarifikasi resmi.
- Tanggapan Terhadap Dugaan Ketidaksesuaian Teknis
TPK Desa Sindangheula menegaskan bahwa proyek pembangunan JUT tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan prosedur yang berlaku.
“Proses perencanaan dan pelaksanaan proyek ini telah melalui tahapan yang sesuai dengan ketentuan, termasuk melibatkan tenaga ahli dan pengawasan yang ketat,” ujar perwakilan TPK.
Mereka mengakui adanya kerusakan pada permukaan jalan setelah satu tahun pembangunan, namun menurut TPK hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
Intensitas penggunaan: meski diperuntukkan untuk kendaraan roda dua, jalan kerap dilalui kendaraan pembawa material akibat pembangunan milik warga sekitar.
Faktor cuaca: curah hujan tinggi dan perubahan suhu ekstrem menyebabkan penurunan kualitas beton.
Perubahan fungsi jalan: sebagian warga menggunakan jalan di luar peruntukannya, sehingga mempercepat kerusakan permukaan rabat beton.
- Soal Kualitas Pembangunan
TPK menyampaikan apresiasi terhadap perhatian warga yang menyoroti kualitas proyek tersebut.
Mereka menjelaskan bahwa metode pengadukan semen secara manual (site mix) dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan kondisi lapangan.
“Proporsi campuran bahan telah diukur dengan tepat dan diawasi secara ketat oleh tenaga teknis di lapangan,” tegas TPK.
- Urgensi Pembangunan JUT
Pihak TPK juga menjawab pertanyaan publik terkait urgensi proyek.
Dijelaskan bahwa pembangunan JUT merupakan hasil musyawarah desa yang melibatkan unsur masyarakat, tokoh desa, serta petani, dengan tujuan meningkatkan akses mobilitas hasil pertanian serta akses menuju area pemakaman warga.
“Meski dampak langsungnya belum terlihat signifikan, dalam jangka panjang JUT ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata perwakilan pemerintah desa.
Mereka menambahkan, pemeliharaan rutin akan tetap dilakukan untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut.
Komitmen Transparansi
Pemerintah Desa Sindangheula menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan.
“Kami terbuka terhadap evaluasi dan siap berkoordinasi dengan lembaga pengawasan bila diperlukan,” tulis TPK dalam pernyataannya.
Warga Sekitar: Akan Uji Kualitas Cor Jalan
Menanggapi klarifikasi tersebut, Ade Bahawi, warga sekitar sekaligus Kabiro MediaViral.co wilayah Serang, menyatakan bahwa masyarakat akan memastikan kebenaran spesifikasi teknis proyek JUT yang menghabiskan anggaran sebesar Rp175 juta itu.
“Jika benar pembangunan sudah sesuai dengan spesifikasi, seharusnya jalan itu bertahan lama dan tidak mudah terkelupas di bagian atasnya,” ujarnya.
Ade Bahawi menegaskan bahwa warga akan berkoordinasi dengan konsultan kecamatan untuk melakukan uji coring terhadap mutu beton, serta memastikan ukuran panjang, lebar, dan ketebalan jalan sesuai dengan rencana kerja (RAB).
“Kami juga akan mengundang pihak Kasi Ekbang Kecamatan, Inspektorat Kabupaten Serang, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan pekerjaan tersebut sesuai standar teknis,” tambahnya.
Ia menegaskan, bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan atau kerugian negara, maka TPK harus bertanggung jawab untuk memperbaiki dan mengembalikan kerugian keuangan negara.
Pewarta: Ade Bahawi
Editor: Redaksi MediaViral.co
















