Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Proyek Rp350 Juta Dinas PUPR Kabupaten Serang Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi

76
×

Proyek Rp350 Juta Dinas PUPR Kabupaten Serang Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

Serang, Banten — MediaViral.co

Proyek rekonstruksi jalan desa di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, senilai Rp349 juta lebih, menuai sorotan dari aktivis lokal. Proyek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2025 itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Example 300250

Rudi, aktivis masyarakat setempat, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV. Rezi Putra Mandiri tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemasangan papan informasi proyek yang tidak sesuai aturan.

“Papan proyek dipasang di pohon, ini jelas tidak sesuai standar. Seharusnya menggunakan tiang penyangga yang layak,” ujar Rudi kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Selain itu, Rudi juga menyoroti kualitas material batu sirdam yang digunakan dalam pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, material terlihat bercampur tanah dan tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan.

“Ini batu campur tanah. Kami menduga ada indikasi markup anggaran dalam proyek ini,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, proyek ini merupakan kegiatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang, Bidang Bina Marga, dengan rincian sebagai berikut:

Paket: Rekonstruksi Jalan Desa Talaga, Kecamatan Mancak

Nomor Kontrak: 602/06 PK.HS.10297158000/SPK/RKN.JL.DS.TLGA/KPA-BM/DPUPR/2025

Sumber Dana: DBH-APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2025

Nilai Kontrak: Rp349.700.000,01

Waktu Pelaksanaan: 90 hari kalender

Masa Pemeliharaan: 180 hari kalender

Tanggal Kontrak: 27 Agustus 2025

Menanggapi hal tersebut, Olan, selaku pelaksana proyek, membantah tudingan penggunaan material yang tidak sesuai.

“Itu batu sirdam, bukan tanah. Memang sirdam bentuknya begitu, kang,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Terkait papan informasi yang dipasang di pohon, Olan mengatakan bahwa hal itu bersifat sementara.

“Kayunya bos belum ada, besok dipasang pakai tiang,” tambahnya.

Namun, Rudi menilai tanggapan tersebut menunjukkan kurangnya komitmen terhadap kepatuhan standar pelaksanaan proyek. Ia mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

“Kami akan terus memantau dan melaporkan temuan kami kepada instansi terkait,” tutup Rudi.

(Team/red)

Example 300x375