Bandar Lampung – MediaViral.co
Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencoreng wajah dunia pendidikan di Lampung. Hingga September 2025, tercatat sudah 572 siswa di berbagai daerah di provinsi ini menjadi korban.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Sahdana, S.Pd, menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh dapur penyedia makanan MBG. Ia menilai lemahnya pengawasan membuka celah terjadinya kelalaian fatal yang justru merugikan siswa-siswi.
“Ini alarm bagi dapur penyedia. Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai program unggulan Presiden justru jadi bumerang dan membahayakan anak-anak kita,” tegas Sahdana melalui pesan WhatsApp, Selasa (30/9/2025).
Menurut Sahdana, MBG sejatinya adalah program mulia dengan tujuan meningkatkan asupan gizi siswa-siswi Indonesia. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan pola makan empat sehat lima sempurna, serta meringankan beban ekonomi orang tua.
“Program MBG ini sangat positif. Anak-anak jadi sehat, UMKM lokal ikut tumbuh, bahkan lapangan kerja baru tercipta. Karena itu, program harus tetap berjalan, tapi dengan pengawasan super ketat,” tambahnya.
Sahdana mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap program prioritas Presiden bisa runtuh hanya karena kelalaian dapur penyedia. (***)
















