OKU Timur/Sumatra Selatan,
koranpemberitaankorupsi
Kelompok tani Karya Mandiri, Tani Maju dan beberapa kelompok lain Desa Sumber Mulyo Kecamatan Buay Madang Timur (BMT) Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatra Selatan mendapatkan bantuan bibit padi jenis Inpari 47 kemasan 5 kg tahu anggaran 2025.
Kelompok tani karya mandiri mendapatkan benih padi unggul ATJ SEED Varietas Inpari 47 di produksi oleh CV Among Tani Jaya Lampung indonesia, dengan jumlah 970 kg dalam kemasan 5 kg.yang di terima bulan enam kemaren oleh ketua kelompok tani bapak Mudopir.
Sedangkan kelompok tani “Tani Maju” mendapatkan bantuan benih padi varietas Inpari 47 produksi CV.ZHANIA INTI ABDI,OKU Timur Sumatra Selatan berjumlah 118 kampil kemasan 5 kg.di tambah dengan pupuk cair,tatapi untuk pupuk belum turun, bantuan tersebut di terima langsung oleh bapak Muhammad Hasanudin kelaku ketua kelompok tani.
Semua bantuan bibit tersebut sipatnya geratis,namun pakta di lapangan jauh berbeda di duga bantuan ini di mamfaatkan oleh oknum PPL untuk mendapatkan keuntungan pribadi pasalnya setiap kelompok tani yang mendapatkan bantuan mereka di wajibkan membayar uang Rp.10.000; per kampil/bungkus.
“Bibitnya turun sekitar pertengahan bulan enam kemaren, saya kasih Uang ke PPL bapak Wayan Sudarte sebesar Rp.1 juta dengan alasan di mintainya untuk biyaya transportasi,kelompok yang lain sama di mintai 10 ribu per kampil juga” ucap mudopir selaku ketua kelompok karya mandiri.
“Jadi setiap angota kelompok tani yang dapat bibit, mereka wajib menebus atau membayar RP.10 ribu per kampil untuk mengembalikan uang talangan saya kemarin”tambahnya.
Ditempat terpisah bapak Muhammad Hasanudin juga mengungkapkan hal yang sama kelompok nya juga di mintai oleh oknum PPL yang tugas di desa tersebut, uang sebesar Rp.10 ribu per kampil.
“Kalo kelompok saya bener di bebankan uang oleh oknum PPL kami, tapi punya saya belum setor karna bibit padinya belum di bagikan nunggu pupuk nya turun baru di bagikan” ungkapnya.
Desa Sumber Mulyo yang dapat bantuan benih padi hanya 5 kelompok tani saja,kelompokJaya guna luas 40 H ketua Jamiludin menerima bantuan 1Ton benih, Karya mandiri luas 39 H ketua mudopir dapat 970 kg, Sertani makmur luas 30 H dapat 750 kg,Tirto mulyo ketua Saipudin zuhri dapat 800 kg.dan kelompok Tani Maju ketua M.Hasanudin mendapatkan 590 kg beserta pupuk, dengan total 3.520 kg atau 704 bungkus /kampil,padi unggul ATJ SEED Varietas Inpari 47 di produksi oleh CV Among Tani Jaya Lampung dan 118 kampil benih padi varietas Inpari 47 produksi CV.ZHANIA INTI ABDI,OKU Timur Sumatra Selatan.
Guna mencari kebenarannya wartawan kami langsung menghubungi bapak wayan Sudarte sebagai PPL di Desa Sumber Mulyo melalui Telpon dan WhatsApp(WA)namun tidak ada respon ,tidak berhenti disitu saja keesokan harinya wartawan koranpemberitaankorupsi.id mendatangi kantor BPP Buay madang Timur
Setiba di kantor yang bersangkutan tidak ada di tempat atau belum datang.
Ketika di konfirmasi mengenai adanya oknum PPL yang diduga pungli ke petani melalui program bantuan benih padi ke kordinator Kecamatan BMT bapak M.Saprin.S.T.P mengatakan “saya tidak menutupi, saya dengar memang di lapangan petani di mintai uang tebus oleh oknum PPL ,untuk uangnya yang jelas kegunaannya saya tidak tau nanti saya konfirmasi dulu dengan bersangkutan” jelasnya.
Menurut keterangan pak saprin kecamata Buay madang timur tujuh desa yang sama mendapatkan program bantuan benih padi tersebut.
Berapa hari kemudian PPL wayan Sudarte mengklaripikasi bahwa dia tidak pernah menerima uang dari kelompok tani binaanya.
“Yang jelas saya tidak pernah melakukan itu ketika bantuan tersebut datang saya langsung memberikan dan membantu membuat laporannya” jelasnya melalui telepon WhatsApp,sabtu 05/07/25.
Kepada pihak terkait terutama Dinas pertanian Kabupaten agar dapat mengambil tindakan atau teguran kepada oknum jika memang terbukti ada pungli,yang mengambil keuntungan pribadi dari program pemerintah yang jelas-jelas geratis guna meningkatkan produk
















