Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran PT Evyap, Belasan Korban Luka dan Sistem K3 Disorot

69
×

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran PT Evyap, Belasan Korban Luka dan Sistem K3 Disorot

Sebarkan artikel ini

Simalungun, Sumatera Utara, 5 September 2026 — MediaViral.co

Kebakaran hebat melanda gedung PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Kamis (3/9/2026).

Example 300250

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 10.10 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB. Kebakaran yang berlangsung hampir 13 jam tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bagian gedung.

Dalam proses pemadaman, sebanyak 13 unit kendaraan pemadam dari berbagai unsur dikerahkan untuk menangani kobaran api.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga pekerja vendor PT Nirwana Mahanu Putra meninggal dunia. Ketiga korban diketahui bernama Nasri Efendi (43), Mhd. Rifaldi (26), dan Sumadi (39). Ketiganya berasal dari Kabupaten Batu Bara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban bekerja sebagai helper pengelasan dan baru sekitar empat hari berada di lingkungan PT Evyap Sabun Indonesia. Sebelumnya, mereka disebut melakukan pekerjaan finishing dan pengelasan di lantai 6.

Selain korban meninggal dunia, terdapat informasi awal mengenai belasan pekerja lainnya yang diduga mengalami luka, termasuk dugaan luka bakar. Namun, jumlah pasti korban luka, identitas, dan kondisi mereka masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang serta manajemen perusahaan.

Suara Dentuman Turut Menjadi Sorotan

Sebelum api membesar, terdengar suara dentuman di sekitar lokasi. Namun, sumber dan penyebab dentuman tersebut belum dapat dipastikan.

Hal tersebut masih memerlukan penyelidikan untuk mengetahui apakah berkaitan dengan aktivitas pengelasan, instalasi listrik, peralatan proses, tekanan tertentu, material di sekitar lokasi, atau faktor lainnya.

Cepatnya api membesar dan lamanya proses pemadaman juga menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri dalam investigasi.

Penerapan K3 Perlu Diperiksa

Penyelidikan diharapkan tidak hanya berfokus pada titik awal munculnya api. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mulai dari sebelum kejadian hingga proses evakuasi saat keadaan darurat, juga perlu diperiksa secara menyeluruh.

Pekerjaan pengelasan di lantai 6 menjadi salah satu aspek yang relevan untuk ditelusuri. Investigator perlu memastikan apakah pekerjaan tersebut telah dilengkapi Hot Work Permit, Job Safety Analysis (JSA), risk assessment, fire watch, alat pemadam, serta pengawasan yang memadai.

Status ketiga korban sebagai pekerja vendor yang baru beberapa hari bekerja juga menjadi perhatian. Perlu dipastikan apakah seluruh pekerja telah mendapatkan safety induction, memahami prosedur tanggap darurat, dan mengetahui jalur evakuasi.

Selain itu, sistem proteksi kebakaran seperti alarm, hydrant, sprinkler, APAR, jalur evakuasi, dan prosedur keadaan darurat perlu diperiksa untuk memastikan apakah seluruh fasilitas tersedia, berfungsi, dan digunakan sesuai prosedur.

Mekanisme pendataan pekerja atau head count juga perlu ditelusuri, terutama apabila benar terdapat belasan pekerja yang mengalami luka.

Menunggu Hasil Investigasi Resmi

Penyebab pasti kebakaran, sumber suara dentuman, kondisi fasilitas keselamatan, penerapan prosedur K3, serta mekanisme evakuasi harus dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan, keterangan saksi, dan dokumen terkait.

Dengan tiga pekerja meninggal dunia dan adanya informasi mengenai korban luka yang masih didalami, investigasi K3 menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab tragedi tersebut.

Publik berharap hasil investigasi dapat disampaikan secara transparan dan objektif, tanpa mendahului kesimpulan sebelum pemeriksaan resmi selesai. (mediaviral.co)

Example 300x375