Jakarta – MediaViral.co
Adat istiadat pada hakikatnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, seperti kejujuran, rasa malu, menjaga kehormatan, dan menjunjung tinggi harga diri. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang yang beradat diyakini tidak akan melakukan perbuatan tercela, termasuk mencuri atau merampas hak orang lain.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa adat bukan sekadar simbol, jargon, atau materi pidato. Adat merupakan pedoman moral yang harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari, terutama bagi para pemimpin dan pejabat publik.
Sejumlah kalangan menilai, pejabat yang terlibat penyalahgunaan wewenang atau melakukan tindak korupsi terhadap uang rakyat tidak layak menjadikan adat sebagai alat pencitraan politik. Sebab, nilai-nilai adat mengajarkan amanah, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat.
Masyarakat pun diharapkan dapat memahami bahwa esensi adat terletak pada perilaku yang berintegritas. Orang yang benar-benar memegang teguh adat akan merasa malu berbuat curang, takut mengkhianati amanah, dan senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. (mediaviral.co)
















