Muara Enim, Sumatera Selatan – MediaViral.co
Bupati Muara Enim, Edison, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berada di rumah dinasnya pada Senin (8/6/2026) sore. Penangkapan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dilakukan hanya beberapa hari setelah Edison menghadiri kegiatan pencegahan korupsi yang digelar KPK bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK melakukan penggeledahan dan penyegelan sejumlah ruangan penting, termasuk ruang kerja Bupati Muara Enim serta beberapa ruangan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Edison masih menjalankan aktivitas pemerintahan seperti biasa. Pada Senin pagi, ia memimpin apel bulanan sekaligus menyerahkan surat keputusan (SK) pensiun dan kenaikan pangkat bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (4/6/2026), Edison menghadiri kegiatan pencegahan korupsi yang diselenggarakan KPK bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Kantor Gubernur Sumsel. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, serta Deputi Bidang Informasi dan Data KPK, Eko Marjono.
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Humas Pimpinan Muara Enim, Edison saat itu menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan korupsi yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ia juga mengimbau seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari praktik mark-up anggaran, serta menolak pekerjaan fiktif demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Bupati mengimbau seluruh aparatur Pemkab Muara Enim untuk selalu proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari mark-up, serta menolak keras pekerjaan fiktif demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” demikian isi unggahan tersebut.
Penangkapan Edison memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak menilai peristiwa ini sebagai ironi karena terjadi tidak lama setelah yang bersangkutan mengikuti kegiatan pencegahan korupsi dan menyampaikan komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam operasi tangkap tangan tersebut. (mediaviral.co)
















