Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Skandal Pasar Shopping Kayuagung Meledak! Pemda OKI dan APH Diduga Tutup Mata, Lahan Publik Diduga Diperjualbelikan

30
×

Skandal Pasar Shopping Kayuagung Meledak! Pemda OKI dan APH Diduga Tutup Mata, Lahan Publik Diduga Diperjualbelikan

Sebarkan artikel ini

Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Dugaan praktik jual beli lahan publik dan alih fungsi fasilitas umum di kawasan Pasar Shopping Kayuagung kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Pemerintah Daerah (Pemda) Ogan Komering Ilir (OKI) dinilai abai, sementara Aparat Penegak Hukum (APH) diduga melakukan pemeriksaan secara tebang pilih.

Example 300250

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan aparat hanya menyasar pedagang pakaian, sedangkan pedagang lain di sejumlah titik pasar tidak tersentuh pemeriksaan sama sekali.

“Semua pedagang pakaian ditanya secara mendetail, sementara yang lain ada yang tidak ditanya. Terutama yang berada di bagian samping pos pengawas Dinas Perhubungan (Dishub) OKI, sama sekali tidak tersentuh pertanyaan maupun pemeriksaan dari APH terkait dugaan jual beli dan alih fungsi jalan yang kini dijadikan konter,” ujar sumber tersebut.

Tidak hanya itu, keberadaan anak punk di kawasan pasar yang selama ini dikeluhkan masyarakat juga dinilai luput dari perhatian aparat dan pemerintah daerah.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan dugaan praktik jual beli lahan publik yang disebut-sebut melibatkan sejumlah pihak. Mereka mendesak aparat segera membongkar siapa saja yang terlibat dalam dugaan transaksi tersebut.

“Beli dengan siapa, bayar dengan siapa? Siapa saja yang terlibat dalam transaksi jual beli lahan publik ini?” ungkap warga dengan nada geram.

Sejumlah warga lainnya mendesak agar seluruh tempat dagang yang berdiri di atas jalan dan lahan parkir publik segera dibongkar karena dianggap melanggar aturan dan merugikan masyarakat luas.

Warga juga menduga uang yang semestinya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru diduga mengalir ke kantong pribadi oknum Dishub, oknum Dinas Perdagangan, dan pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Sekarang sudah saatnya semua tempat yang tidak sah ini dibongkar. Jangan biarkan lahan publik diperjualbelikan demi kepentingan segelintir oknum,” tegas salah seorang warga.

Masyarakat berharap Pemda OKI dan APH segera bertindak tegas tanpa pandang bulu, mengusut tuntas dugaan praktik penyalahgunaan lahan publik tersebut, serta menindak seluruh pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku. (mediaviral.co)

Example 300x375