Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Skandal Dana Desa Way Melan Terbongkar! Ratusan Juta Hanya untuk “Kertas Kerja” dan Proyek Misterius

54
×

Skandal Dana Desa Way Melan Terbongkar! Ratusan Juta Hanya untuk “Kertas Kerja” dan Proyek Misterius

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara – MediaViral.co

Warga desa geger setelah rincian Dana Desa Way Melan bocor ke publik. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah, namun banyak pos pengeluaran yang menimbulkan kecurigaan: untuk siapa sebenarnya uang itu digunakan?

Example 300250

Beberapa pos anggaran yang mencuat antara lain:

Rp 142.495.000 untuk pembangunan dan pengerasan jalan usaha tani – angka fantastis untuk desa kecil. Warga mempertanyakan kualitas dan kebermanfaatannya.

Rp 67.633.000 untuk sarana edukasi PAUD/TK/TPQ – tapi apakah anak-anak benar-benar merasakan manfaatnya?

Rp 135.000.000 untuk penyertaan modal, dana yang rawan disalahgunakan tanpa pengawasan ketat.

Puluhan juta rupiah habis hanya untuk dokumen perencanaan dan keuangan desa – apakah ini benar-benar untuk pelayanan warga atau sekadar “kertas kerja” yang menumpuk di meja kepala desa?

Rp 32.400.000 untuk keadaan mendesak – tapi tidak ada keterangan jelas, sehingga menimbulkan dugaan dana ini bisa “dimanfaatkan” untuk kepentingan tertentu.

Anggaran untuk jalan lingkungan, rambu-rambu, dan perkantoran desa juga fantastis, tapi realisasinya dipertanyakan warga.

Kegiatan sosial dan budaya, termasuk festival, rumah adat, dan pembinaan Karang Taruna, dialokasikan Rp 2 juta hingga Rp 12 juta, namun pelaksanaannya kerap tidak transparan.

Warga pun mulai bersuara: “Dana Desa Way Melan ini untuk siapa sebenarnya? Apakah benar untuk rakyat atau sekadar mengalir ke rekening oknum tertentu?”

Para aktivis dan LSM lokal menuntut LPJ dan APBDes dipublikasikan secara menyeluruh. Mereka menegaskan: warga berhak mengawasi setiap rupiah yang dikucurkan dari Dana Desa, agar tidak disalahgunakan dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Skandal ini menjadi peringatan keras: transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa bukan lagi pilihan, tapi keharusan. (Heriyanto Dinta)

Example 300x375