Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Paving Block Baru 10 Hari Sudah Bermasalah! Proyek Desa Sindangsari Diduga Asal Jadi dan Sarat Kepentingan

38
×

Paving Block Baru 10 Hari Sudah Bermasalah! Proyek Desa Sindangsari Diduga Asal Jadi dan Sarat Kepentingan

Sebarkan artikel ini

Serang, Banten – MediaViral.co

Proyek pembangunan jalan lingkungan paving block di Kampung Kapandean RT 10/03, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, kembali menuai sorotan tajam. Proyek yang bersumber dari SiLPA Dana Desa Tahun Anggaran 2026 ini diduga dikerjakan asal jadi dan jauh dari standar teknis yang semestinya.

Example 300250

Anggaran yang digelontorkan tidak kecil. Untuk pekerjaan sepanjang 100 meter x 1,8 meter, dana yang digunakan mencapai Rp36.989.500. Sementara tambahan dari SiLPA BHPRD sebesar Rp28.909.550 digunakan untuk pembangunan sepanjang 72 meter x 1,8 meter. Namun, besarnya anggaran tersebut tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

Hasil pantauan awak media menunjukkan sejumlah kejanggalan mencolok. Paving block terlihat banyak yang patah, pemasangan renggang, permukaan bergelombang, hingga kondisi jalan yang tidak rata. Bahkan, kuat dugaan proses dasar seperti pemadatan tanah tidak dilakukan secara maksimal, yang berpotensi membuat jalan cepat rusak.

Ironisnya, proyek tersebut baru selesai dikerjakan sekitar 10 hari. Namun kualitasnya уже menuai keluhan dari warga.

“Iya pak, ini pekerjaan kurang rapi. Paving block-nya renggang, kalau diinjak goyang. Dasarnya sepertinya tidak dipadatkan. Semalam juga banyak warga yang lewat bilang hasilnya tidak rapi,” ujar salah seorang warga setempat.

Proyek yang seharusnya menjadi upaya peningkatan infrastruktur desa ini justru memunculkan kekecewaan masyarakat. Pelaksanaan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sindangsari pun dinilai lemah dalam pengawasan dan pengerjaan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sindangsari, Sohibul Bahri, memilih bungkam. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp hanya dibaca tanpa adanya jawaban. Sikap diam ini justru memicu kecurigaan publik terkait transparansi penggunaan anggaran desa.

Aktivis Banten pun angkat suara keras. Mereka menilai dugaan pekerjaan asal jadi ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

“Dana desa itu uang rakyat, bukan uang pribadi. Kalau dikerjakan asal-asalan, ini jelas bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tegas salah satu aktivis pemerhati anggaran di Banten.

Kini, desakan menguat agar Inspektorat Kabupaten Serang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Pemerintah Kabupaten Serang segera turun tangan. Pemeriksaan menyeluruh dinilai penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proyek tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Sindangsari belum memberikan klarifikasi resmi. Publik pun menunggu, apakah dugaan proyek “asal jadi” ini akan diusut tuntas, atau justru kembali menguap tanpa pertanggungjawaban. (mediaviral.co)

Example 300x375