Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Lebaran Dikotori! Dugaan Lapak Tramadol Berkedok Warung di Sukabumi, Aparat Diam atau Tak Berdaya?

53
×

Lebaran Dikotori! Dugaan Lapak Tramadol Berkedok Warung di Sukabumi, Aparat Diam atau Tak Berdaya?

Sebarkan artikel ini

Sukabumi, Jawa Barat – MediaViral.co

Di tengah suasana Hari Raya Lebaran yang seharusnya penuh kedamaian, muncul dugaan praktik ilegal yang mencoreng ketenangan masyarakat. Sebuah warung di Jl. RA Kosasih No. 168, Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, diduga menjadi tempat peredaran obat keras golongan G seperti Tramadol, Eximer, dan Trihexyphenidyl.

Example 300250

Ironisnya, aktivitas tersebut disebut berlangsung secara terang-terangan, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum. Dari luar, bangunan itu tampak seperti warung biasa, namun di baliknya diduga menjadi lokasi transaksi obat keras yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus pembeli yang datang silih berganti. Yang lebih mengkhawatirkan, mayoritas pembeli diduga berasal dari kalangan anak muda.

“Sudah lama seperti itu. Pembelinya banyak anak muda. Tapi tidak pernah ada tindakan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah aparat penegak hukum tidak mengetahui, atau justru belum mengambil tindakan?

Padahal, aturan hukum sudah sangat jelas. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, setiap orang yang mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin dapat dikenakan sanksi pidana. Pengawasan peredaran obat juga berada di bawah kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Namun fakta di lapangan menunjukkan dugaan aktivitas tersebut masih berlangsung. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat karena penyalahgunaan obat keras dapat berdampak pada kesehatan, serta berpotensi memicu tindakan kriminal.

Jika dugaan ini benar, maka kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda di Kota Sukabumi.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait dugaan tersebut.

Masyarakat berharap adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Pertanyaannya, kapan tindakan nyata akan dilakukan? (mediaviral.co)

Example 300x375