Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Jembatan Putus, Negara Lambat? Warga Ogan Ilir Terpaksa Bangun Sendiri Jembatan Bambu Demi Bertahan Hidup!

12
×

Jembatan Putus, Negara Lambat? Warga Ogan Ilir Terpaksa Bangun Sendiri Jembatan Bambu Demi Bertahan Hidup!

Sebarkan artikel ini

Ogan Ilir, Sumatera Selatan — MediaViral.co

Infrastruktur ambruk, rakyat yang bergerak! Putusnya jembatan penghubung Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, dengan Desa Tanjung Mas, Kecamatan Rantau Alai, bukan sekadar bencana biasa—ini tamparan keras bagi kondisi infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir.

Example 300250

Jembatan yang menjadi akses vital warga itu ambruk setelah pangkalnya longsor, tersapu arus akibat tanah penyangga yang tak lagi mampu bertahan. Dalam sekejap, jalur ekonomi, pendidikan, dan aktivitas harian warga lumpuh total.

Namun yang lebih mengejutkan, di saat kondisi darurat, justru warga yang lebih dulu bertindak!

Tanpa alat berat, tanpa anggaran besar, masyarakat bersama aparatur pemerintah setempat nekat membangun jembatan darurat dari bambu. Dengan peralatan seadanya, mereka mempertaruhkan keselamatan demi membuka kembali akses yang terputus.

Camat Kandis, Firmansyah, mengakui langkah darurat itu terpaksa dilakukan agar roda kehidupan warga tidak berhenti total.

“Kami bersama warga dan instansi terkait bergerak cepat membangun jembatan darurat dari bambu agar tetap bisa dilalui,” tegasnya, Senin (23/3/2026).

Aksi gotong royong ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari staf Dinas PUPR, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, hingga masyarakat yang turun langsung ke lokasi tanpa menunggu komando panjang.

Ironisnya, di tengah kondisi genting seperti ini, warga justru harus mengandalkan kekuatan sendiri untuk bertahan. Jembatan bambu kini memang sudah bisa dilalui, tapi hanya sebatas harapan rapuh di atas konstruksi darurat.

Pertanyaannya kini: sampai kapan rakyat harus menjadi “penyelamat” bagi dirinya sendiri?

Warga berharap pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera turun tangan secara nyata, bukan sekadar wacana, untuk membangun jembatan permanen yang layak dan aman. Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin korban berikutnya akan jatuh—dan saat itu, penyesalan tak lagi berguna. (mediaviral.co)

Example 300x375