Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Sapi Bantuan Presiden “Diangkut” dari Luar Daerah: Bireuen Darurat atau Kacau Perencanaan?

7
×

Sapi Bantuan Presiden “Diangkut” dari Luar Daerah: Bireuen Darurat atau Kacau Perencanaan?

Sebarkan artikel ini

Bireuen, Aceh — MediaViral.co

Program bantuan sapi Presiden untuk tradisi meugang yang seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat terdampak bencana, justru berubah menjadi polemik panas. Keputusan Pemerintah Kabupaten Bireuen membeli mayoritas sapi dari luar daerah kini memicu tanda tanya besar: benarkah ini solusi darurat, atau bukti nyata amburadulnya perencanaan?

Example 300250

Dana sebesar Rp2,25 miliar telah digelontorkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Bireuen pada 17 Maret 2026 sore. Namun ironisnya, dana yang seharusnya membawa manfaat cepat itu justru seperti “dikejar waktu” sejak awal.

Pada malam harinya, Pemkab Bireuen mengikuti rapat virtual yang menegaskan aturan tegas dari pemerintah pusat bahwa bantuan harus diberikan dalam bentuk daging, bukan uang. Artinya, seluruh proses pengadaan dan distribusi harus diselesaikan sebelum hari meugang.

Masalah muncul ketika waktu yang tersedia sangat terbatas, ditambah dengan rangkaian libur panjang. Dalam kondisi tersebut, Pemkab mengambil langkah cepat dengan memutuskan:
60 ekor sapi didatangkan dari luar Aceh, sementara hanya 32 ekor dibeli dari dalam Kabupaten Bireuen.

Alasan yang disampaikan antara lain keterbatasan stok sapi lokal yang memenuhi kriteria, standar kualitas tertentu, serta kekhawatiran akan lonjakan harga daging jika pembelian difokuskan di dalam daerah.

Namun, keputusan ini tetap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah benar Bireuen tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri, atau justru perencanaan yang kurang optimal sejak awal?

Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi berdampak pada peternak lokal, karena sebagian besar anggaran justru digunakan untuk pembelian dari luar daerah.

Harga pembelian sapi berada di kisaran Rp22 juta hingga lebih dari Rp30 juta per ekor, tergantung ukuran dan kebutuhan masing-masing desa. Harga tersebut sudah termasuk pajak dan biaya lainnya.

Dalam proses distribusi, dilaporkan satu ekor sapi mengalami kematian. Pemerintah daerah menyatakan bahwa sapi tersebut telah diganti agar distribusi kepada masyarakat tetap berjalan sesuai rencana.

Pemkab Bireuen menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu sekaligus menjaga stabilitas harga daging menjelang Idulfitri.

Meski demikian, situasi ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program bantuan ke depan, terutama terkait kesiapan, perencanaan, serta pemanfaatan potensi lokal.

Pada akhirnya, masyarakat berharap bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan sampai tepat waktu, sesuai dengan tujuan awal untuk membantu warga terdampak dalam menyambut tradisi meugang. (mediaviral.co)

Example 300x375