Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan – MediaViral.co
Saat sebagian pejabat menikmati libur Lebaran di balik kenyamanan, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi, justru memilih langkah berbeda—turun langsung ke tengah rakyat di hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sabtu (21 April 2026), pendopo rumah dinas Bupati OKI berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga tumpah ruah menghadiri open house yang digelar Muchendi. Bukan sekadar silaturahmi biasa, momen ini berubah menjadi “ruang terbuka” bagi rakyat untuk bicara langsung—tanpa protokoler yang kaku, tanpa sekat kekuasaan.
Di tengah padatnya kunjungan, Muchendi tampak tak bergeser. Satu per satu warga disambut, tangan disalami, keluhan didengar. Bahkan di hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat, ia tetap “stand by” melayani.
Langkah ini langsung jadi sorotan. Di saat banyak kepala daerah memilih rehat, Muchendi justru menunjukkan gaya kepemimpinan yang dianggap “tak biasa”—hadir, terbuka, dan siap dikritik langsung oleh rakyatnya sendiri.
Sehari sebelumnya, atmosfer sudah lebih dulu “dipanaskan” lewat pawai takbiran akbar yang dipimpin langsung oleh Bupati. Jalanan Kota Kayuagung dipenuhi ribuan warga, gema takbir menggema, dan euforia kebersamaan terasa begitu kuat. Bukan sekadar seremoni, tapi unjuk kekompakan antara pemimpin dan masyarakat.
Salah satu warga dari Kecamatan Mesuji Raya bahkan mengaku momen ini jarang terjadi.
“Jarang ada pemimpin seperti ini. Di hari raya, kami bisa langsung bicara, menyampaikan harapan. Ini bukan sekadar open house, ini benar-benar kedekatan,” ujarnya.
Apresiasi keras juga datang dari Ketua PPWI OKI, M. Abbas Umar. Ia menilai apa yang dilakukan Muchendi bukan sekadar agenda tahunan, tapi sinyal kuat bahwa kepemimpinan di OKI sedang bergerak ke arah yang lebih responsif.
“Ini bukan formalitas. Ini bukti nyata bahwa rakyat ditempatkan di atas segalanya. Bahkan di hari libur, Bupati tetap membuka diri. Ini harus jadi tamparan bagi pejabat lain yang masih menjaga jarak dengan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut seolah menjadi kritik terbuka bagi pola kepemimpinan yang selama ini dinilai terlalu birokratis dan berjarak.
Open house berlangsung hingga sore hari tanpa kehilangan antusiasme. Warga terus berdatangan, menciptakan suasana hangat yang jarang terlihat dalam hubungan antara pemerintah dan rakyat.
Di akhir acara, Muchendi menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri serta permohonan maaf lahir dan batin. Namun lebih dari itu, momen ini meninggalkan pesan kuat—bahwa di OKI, hari libur bukan alasan untuk berhenti melayani.
Lebaran kali ini bukan hanya soal perayaan. Ini tentang bagaimana seorang pemimpin memilih hadir… atau menghilang. (mediaviral.co)
















