Way Kanan, Lampung — MediaViral.co
Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa di wilayah hukum Polres Way Kanan. Seorang pria tanpa identitas yang diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tewas mengenaskan setelah diamuk massa di Kampung Sunsang, Kecamatan Negeri Agung, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya kontrol emosi massa yang berujung pada tindakan brutal. Situasi yang awalnya hanya dugaan tindak kriminal, berubah menjadi aksi kekerasan yang merenggut nyawa.
Berawal dari Teriakan Warga
Insiden bermula saat pemilik sepeda motor memergoki terduga pelaku tengah mencoba membawa kabur kendaraannya. Spontan, korban melakukan pengejaran hingga terjadi perkelahian jarak dekat.
“Pelaku dan korban sempat baku hantam. Warga yang melihat kemudian berdatangan untuk membantu. Namun situasi menjadi tidak terkendali,” ujar seorang warga.
Dalam waktu singkat, kerumunan berubah menjadi aksi pengeroyokan. Terduga pelaku tidak berdaya setelah dihajar bertubi-tubi hingga mengalami pendarahan hebat di bagian kepala dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, korban pemilik motor mengalami luka bacok di bagian tangan.
Mengulang Tragedi Serupa
Kejadian ini mengingatkan pada peristiwa serupa di Kecamatan Bumi Agung pada Februari 2025 lalu. Seorang pria berinisial RC (39) juga tewas setelah diamuk massa usai diduga melakukan pencurian sepeda motor.
Saat itu, pelaku sempat mencoba melarikan diri dan bahkan mengancam menggunakan senjata api rakitan. Namun ia akhirnya tertangkap dan menjadi sasaran amukan warga hingga meninggal dunia.
Polisi Imbau Masyarakat Tahan Diri
Kapolres Way Kanan mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan hukum di tangan sendiri. Ia menegaskan bahwa setiap dugaan tindak kejahatan harus diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Sekalipun itu pelaku kejahatan, tetap berlaku asas praduga tak bersalah. Tindakan main hakim sendiri dapat berujung pada konsekuensi hukum,” tegasnya.
Saat ini, pihak kepolisian setempat telah mengamankan lokasi kejadian dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengidentifikasi korban serta menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tragedi, bahkan menghilangkan nyawa seseorang sebelum proses hukum berjalan. (mediaviral.co)
















