Way Kanan, Lampung —
MediaViral.co
Di tengah padatnya tugas pemantauan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati terjadi di Kabupaten Way Kanan. Seorang anggota Palang Merah Indonesia (PMI) setempat memilih meninggalkan pos tugasnya demi menyelamatkan nyawa seorang anak yang tengah kritis.
Adalah Rahmat Shali Akbar, S.STP., M.Si, anggota Markas PMI Way Kanan yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi di Kecamatan Umpu Semenguk. Saat bertugas di Pos Pemantauan Simpang Empat Kampung Negeri Baru, ia menerima informasi adanya seorang anak yang membutuhkan transfusi darah secara mendesak.
Tanpa menunda waktu, Rahmat langsung bergerak menuju RS Zainal Fajar Alam (RS Zafa) Way Kanan untuk mendonorkan darahnya.
Anak tersebut bernama Kyera Almaqvira Nazieha (6 tahun 11 bulan), warga Kampung Lembasung, Kecamatan Blambangan Umpu. Ia membutuhkan darah golongan A+, sementara stok darah di rumah sakit saat itu dalam kondisi kosong.
Kondisi Kyera diketahui cukup memprihatinkan. Sejak akhir tahun 2025, ia mengalami demam berkepanjangan, nyeri sendi, serta pembengkakan kelenjar di bagian leher dan bawah telinga. Memasuki tahun 2026, kadar hemoglobinnya kerap turun hingga angka 7, sehingga harus menjalani transfusi darah secara berkala.
Pihak keluarga menyebutkan, Kyera sudah hampir empat kali menjalani transfusi dengan jeda sekitar dua minggu sekali. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RS Abdul Moeloek, Bandar Lampung, sejak Januari hingga Maret 2026. Namun hingga kini, penyakit yang dideritanya belum dapat dipastikan secara medis.
Saat ini, Kyera masih menjalani perawatan di RS Zafa Way Kanan dan membutuhkan perhatian serta penanganan lanjutan.
Aksi cepat yang dilakukan Rahmat Shali Akbar menjadi bukti nyata kepedulian dan nilai kemanusiaan di tengah kesibukan tugas. Keputusannya untuk segera membantu tanpa menunggu prosedur panjang mendapat apresiasi dari masyarakat.
Keluarga Kyera berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, khususnya terkait ketersediaan stok darah dan kepastian diagnosis penyakit yang diderita anak tersebut, agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi hal yang utama. (mediaviral.co)
















