Banten – MediaViral.co
Gelombang isu konflik global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang ramai beredar di media sosial mulai menimbulkan kekhawatiran. Menyikapi situasi tersebut, organisasi ulama dan pesantren As-Salam Banten angkat suara dan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
Ketua Umum Edi Wibowo menegaskan bahwa maraknya narasi konflik internasional yang dibumbui isu “perang akhir zaman” berpotensi menyesatkan opini publik dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Banyak informasi di media sosial yang sengaja digoreng dan dipelintir untuk memprovokasi,” tegas Edi, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut harus disikapi dengan kewaspadaan. Ia mengingatkan bahwa penyebaran hoaks dan propaganda yang mengaitkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dengan narasi keagamaan bisa memicu ketegangan sosial jika tidak dikendalikan.
Di wilayah Banten sendiri, As-Salam Banten menegaskan komitmennya untuk terus menjaga situasi tetap kondusif dengan memperkuat kerja sama bersama aparat keamanan.
“Kami terus bersinergi dengan TNI–Polri untuk memastikan masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban,” ujarnya.
Edi mengungkapkan bahwa As-Salam Banten saat ini menaungi sekitar 700 pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Banten. Jaringan pesantren tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meredam berbagai isu provokatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, para kiai dan ustaz tidak hanya bertugas mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak mudah terseret arus propaganda.
“Para tokoh agama harus menjadi penyejuk. Mereka harus mampu menjelaskan mana informasi yang benar dan mana yang hanya provokasi,” jelasnya.
Selain menjaga stabilitas sosial, As-Salam Banten juga menegaskan komitmennya dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme. Dalam upaya tersebut, organisasi ini turut menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten untuk melakukan penyuluhan mengenai bahaya narkotika di lingkungan masyarakat dan pesantren.
Di tengah suasana Ramadan, Edi juga mengingatkan masyarakat agar lebih fokus memperbanyak ibadah dan kegiatan sosial daripada terjebak dalam perdebatan isu global yang belum tentu benar.
“Ibadah bukan hanya di masjid, tetapi juga menjaga ketenangan masyarakat dan mematuhi aturan negara dalam bingkai Indonesia,” pungkasnya.
Ia pun menegaskan bahwa jika masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan atau informasi yang berpotensi memecah belah, sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. (mediaviral.co)
















