Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kades Dikeroyok Massa LSM! Balai Desa Purwasaba Memanas, Hoho Alkaf Babak Belur Usai Audiensi Ricuh

30
×

Kades Dikeroyok Massa LSM! Balai Desa Purwasaba Memanas, Hoho Alkaf Babak Belur Usai Audiensi Ricuh

Sebarkan artikel ini

Banjarnegara, Jawa Tengah – MediaViral.co

Situasi mencekam terjadi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/3/2026). Aksi unjuk rasa ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang awalnya menuntut transparansi penjaringan perangkat desa berubah menjadi kericuhan brutal.

Example 300250

Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa hingga mengalami luka fisik serta kerusakan atribut kedinasan.

Insiden memalukan ini pecah sesaat setelah audiensi antara massa dan pemerintah desa berlangsung panas. Saat Hoho hendak meninggalkan aula balai desa, situasi tiba-tiba tak terkendali.

Menurut pengakuan Hoho melalui akun media sosial pribadinya @hoho_alkaff, dirinya diserang secara membabi buta dari berbagai arah sebelum sempat mendapat pengawalan aparat keamanan.

“Baru keluar dari pintu aula, sebelum sempat dikawal, langsung pukulan datang dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk dipukul dari depan,” ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026).

Akibat serangan tersebut, kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, dan papan nama yang menempel di seragamnya terlepas karena ditarik massa.

Hoho juga mengungkapkan bahwa video yang viral di media sosial hanya menampilkan dirinya saat sudah berada di belakang mobil pengamanan. Momen pengeroyokan awal yang terjadi secara brutal, menurutnya, tidak terekam secara utuh.

Lebih jauh, Hoho membeberkan bahwa aksi demonstrasi dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang gagal lolos dalam seleksi perangkat desa. Massa mendesak agar proses penjaringan diulang.

Namun Hoho menolak keras tuntutan tersebut. Ia menegaskan seluruh tahapan seleksi sudah berjalan sesuai regulasi dan tidak mungkin dibatalkan hanya karena tekanan sekelompok pihak.

“Nilainya di bawah tapi maunya diulang. Kita ini bekerja berdasarkan aturan. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan,” tegasnya.

Tak hanya mengecam aksi pengeroyokan yang dialaminya, Hoho juga menyoroti sikap aparat kepolisian di lokasi yang dinilainya kurang sigap mengantisipasi kericuhan.

Merasa tidak mendapatkan perlindungan maksimal, Hoho bahkan menyatakan siap membawa persoalan ini hingga ke tingkat pusat.

“Saya pejabat pemerintah yang menjalankan tugas sesuai aturan. Saya akan mencari keadilan sampai ke Camat, Bupati, bahkan Propam Mabes Polri,” tandasnya.

Kasus pengeroyokan terhadap kepala desa ini kini menjadi sorotan publik di Banjarnegara. Apalagi Hoho Alkaf dikenal sebagai salah satu kepala desa yang cukup aktif dan memiliki pengaruh di media sosial.

Publik pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut siapa dalang di balik aksi brutal tersebut, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali mencoreng wajah demokrasi di tingkat desa.

(Mediaviral.co)

Example 300x375