Way Kanan, Lampung – MediaViral.co
Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan pada Rabu (11/03/2026). Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, kehangatan justru mengalir kuat ketika Kepala Lapas (Kalapas) Way Kanan menggelar buka puasa bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam balutan kebersamaan yang sarat makna.
Tak sekadar seremoni Ramadhan, kegiatan ini menjadi simbol bahwa di dalam lapas pun masih ada ruang untuk memperbaiki diri dan menumbuhkan harapan baru.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Darlin, salah satu awak media, yang turut menyaksikan langsung momen kebersamaan antara petugas lapas dan warga binaan.
Lantunan Al-Qur’an Menggema di Balik Tembok Lapas
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh salah satu warga binaan. Gema bacaan itu menggema di ruangan, menghadirkan nuansa religius yang membuat para hadirin larut dalam refleksi spiritual.
Ramadhan di dalam lapas bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ruang introspeksi bagi para warga binaan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan.
Kalapas: Ramadhan Adalah Momentum Menghapus Sekat
Dalam sambutannya, Kalapas Way Kanan menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan upaya nyata membangun kedekatan emosional antara petugas dan warga binaan.
“Buka puasa bersama ini adalah momen bagi kita untuk duduk sama rendah, menikmati hidangan yang sama, dan merasakan keberkahan Ramadhan sebagai satu keluarga besar Lapas Way Kanan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat bahwa di dalam sistem pemasyarakatan, pendekatan kemanusiaan tetap menjadi kunci pembinaan.
Tausiyah Menyentuh Hati Warga Binaan
Sebelum azan Maghrib berkumandang, para warga binaan juga mendapatkan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya kesabaran, taubat, dan proses hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan kedua untuk berubah.
Ketika azan Maghrib akhirnya berkumandang, Kalapas, para tamu undangan, serta warga binaan bersama-sama membatalkan puasa dengan penuh rasa syukur.
Di balik jeruji yang selama ini identik dengan hukuman, malam itu Lapas Way Kanan justru menghadirkan pesan kuat tentang harapan, kebersamaan, dan kesempatan untuk bangkit kembali. (mediaviral.co)
















