Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Warga Gampong Lhokseutuy Tagih Janji, Rapat Pertanggungjawaban Mantan Geuchik Berujung Ricuh

22
×

Warga Gampong Lhokseutuy Tagih Janji, Rapat Pertanggungjawaban Mantan Geuchik Berujung Ricuh

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara – MediaViral.co

Suasana musyawarah pertanggungjawaban dana desa di Gampong Lhokseutuy, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, memanas dan berakhir ricuh pada Senin (2/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Example 300250

Rapat tersebut membahas laporan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2025 tahap akhir masa jabatan mantan Geuchik Lhokseutuy, Safpriadi, dengan total anggaran sebesar Rp718.188.000.

Sejumlah Program Dipertanyakan

Dalam forum itu, warga mempertanyakan sejumlah item kegiatan, di antaranya:

Pembangunan jalan usaha tani

Rabat beton

Kegiatan PHBI

Dana ketahanan pangan

Pembangunan saluran irigasi

Meski mantan geuchik telah memberikan penjelasan, sebagian peserta musyawarah menilai jawaban tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ketegangan pun tak terhindarkan hingga rapat berlangsung panas.

Dugaan “Bocornya” Upah Pembersihan Saluran

Sorotan utama warga tertuju pada anggaran dana ketahanan pangan, khususnya kegiatan pembersihan saluran yang dikerjakan langsung oleh masyarakat.

Dalam dokumen realisasi disebutkan upah kerja sebesar Rp15.000 per meter. Namun, warga mengaku hanya menerima Rp10.000 per meter.

Adapun rincian yang dipersoalkan:

Total anggaran pembersihan saluran: Rp102.147.580

Panjang keseluruhan saluran: 3.376 meter

Jika dibayar Rp10.000 per meter: Rp33.760.000

Selisih anggaran yang dipertanyakan: Rp68.387.580

Hingga kini, menurut warga, belum ada penjelasan rinci terkait selisih anggaran tersebut.

Warga Tuntut Hak Dipenuhi

Masyarakat menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka. Mereka meminta agar kekurangan upah dibayarkan sesuai dengan realisasi anggaran yang tercantum.

“Kami hanya menuntut hak kami sepenuhnya dipenuhi. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujar salah seorang warga dalam forum tersebut.

Akibat memanasnya situasi, rapat akhirnya ditunda dan dijadwalkan kembali pada Rabu mendatang untuk mencari titik temu antara masyarakat dan mantan geuchik.

Warga berharap pada pertemuan lanjutan nanti seluruh persoalan dapat dibuka secara transparan dan diselesaikan tanpa meninggalkan tanda tanya di tengah masyarakat. (mediaviral.co)

Example 300x375