Lampung Utara – MediaViral.co
Kepala SMAN 1 Abung Selatan, Hairani, memberikan klarifikasi terkait sorotan publik terhadap tata kelola penyerapan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2025.
Dalam klarifikasi yang berlangsung di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2026), Hairani meminta awak media untuk tidak lagi membahas persoalan dana BOS. Ia secara terbuka mengakui adanya kelalaian dalam memperhatikan kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai memprihatinkan.
Meski demikian, Hairani menyebut sekolah yang dipimpinnya mengusung slogan BRI (Bersih, Rapi, Indah), sembari menunjukkan kondisi halaman sekolah yang masih dipenuhi rerumputan dan sampah yang tercecer.
Terkait pemeliharaan rutin melalui anggaran BOS, ia menyampaikan bahwa perbaikan telah mulai dilakukan sejak awal pekan.
“Sebenarnya dari hari Senin itu sudah dikerjakan perbaikannya. Sudahlah jangan dibahas lagi. Sekolah saya ini BRI, Bersih, Rapi, dan Indah,” ujar Hairani.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kondisi kabel listrik yang sebelumnya dikeluhkan.
“Kalau soal kabel-kabel listrik itu, saya minta maaf. Itu murni kesalahan kami,” tambahnya.
Siswa Keluhkan Guru Jarang Masuk Kelas
Di sisi lain, sejumlah siswa mengaku kecewa karena beberapa guru mata pelajaran dinilai jarang masuk kelas. Mereka menyebut pembelajaran kerap digantikan dengan pemberian tugas tanpa penjelasan langsung dari guru.
“Kami hanya diberi tugas, gurunya jarang masuk. Apalagi guru Matematika, Pak Alex,” ungkap sejumlah siswa.
Guru Akui Rangkap Jabatan dan Terima Honor BOS
Guru Matematika, Alex Chandra, yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Widodo, mengakui dirinya kerap tidak masuk kelas. Ia menyebut memiliki dua peran sekaligus di sekolah, yakni sebagai guru Matematika dan operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurut Alex, penugasan sebagai operator Dapodik diberikan oleh kepala sekolah sejak tahun 2022. Atas tugas tambahan tersebut, ia mengaku menerima honorarium yang bersumber dari dana BOS selama hampir empat tahun terakhir.
“Saya akui memang saya sering tidak masuk kelas, tetapi saya punya alasan. Saya tidak hanya mengajar Matematika, saya juga menjadi operator Dapodik sekolah sejak 2022,” ujarnya di hadapan Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Mirwan, saat melakukan peninjauan ke sekolah menyusul pemberitaan di sejumlah media siber.
“Iya, saya menerima honor hampir empat tahun sejak 2022 sebagai operator Dapodik,” tambahnya, yang turut dibenarkan oleh Kepala Sekolah Hairani.
Sejumlah pihak kini meminta Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana BOS serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. (mediaviral.co)
















